Samakah Orang Pinter dengan Orang Bodoh?

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Menyamakan orang baik dengan orang jahat tentu suatu penilaian yang tidak waras. Demikian pula menyamakan antara seorang ahli dan pakar dengan orang yang tidak tahu sama sekali adalah metode yang tidak sehat. Lalu bagaimanakah dalam menempuh hidup yang penuh dengan ujian dan fitnah ini?

Pada tema kali ini akan kita simak sebagian kandungan ayat dari surat al-An’am no ayat 122. Allah Ta’ala berfirman:

 أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan apakah orang yang sudah mati Kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. (Qs. al-An’am: 122)

Lagi

Hati yang Hitam [Bagaimana Seharusnya Menilai dan Memilih?]

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahirrahmanirrahim

Pembahasan tentang hakikat iman yang bisa naik dan bisa turun telah kita bahas dalam beberapa pembahasan terdahulu. Dan pada pembahasan terakhir telah kita simak dalil-dalil dari as-sunnah tentang keadaan iman yang bisa naik dan bisa turun, bahkan bisa hilang sama sekali.

Masih terkait dengan pembahasan iman yaitu iman yang paling lemah adalah mengingkari kemungkaran dengan hati saja. Maka pada pembahasan kali ini akan kita simak sebuah hadits yang menjelaskan bahwa hati bisa menghitam dan terbalik. Sangat tepat kiranya untuk kita telaah bersama hadits ini karena pada masa-masa sekarang ini – mendekati pemilu – banyak yang mengaku hatinya bersih dan putih serta tidak berkhianat. Lalu benarkah pengakuannya itu? Atau malah sebenarnya telah hitam dan terbalik hatinya, hanya saja karena ia telah dibalut dengan gemerlapnya dunia yang hina ini menyebabkan banyak yang terpesona dan terpedaya lalu mendukungnya.

Sungguh sangat terjungkilbaliknya negeri ini karena ulah kita sendiri.

Lagi

Dalil dari as-Sunnah bahwa Iman Bisa Naik dan Turun

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Sebagian ayat al-Qur’an yang menjelaskan bahwa iman bisa naik dan bisa turun telah kita simak pada pembahasan terdahulu. Dan telah kita sertakan pula sebagian kesimpulan dan faedah penting pada akhir pembahasan tersebut. Pada pembahasan kali ini kita akan simak bersama sebagian hadits yang menjelaskan bahwa iman bisa naik dan bisa turun.

Lagi

Dalil dari al-Qur’an bahwa Iman Bisa Naik dan Turun

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Pada beberapa pembahasan terdahulu telah kita ketahui bahwasanya iman bisa bertambah dan berkurang dan yang menjadi kewajiban bagi kita adalah menjaga iman agar tetap terjaga dan tidak berkurang, apalagi menjadi hilang. Bahkan kita dianjurkan untuk semakin meningkatkan iman kita dengan melakukan berbagai amalan saleh.

Pada kesempatan kali ini akan kita simak bersama dalil-dalil dari al-Qur’an bahwa iman bisa bertambah dan berkurang, bahkan bisa hilang sehingga pelakunya menjadi murtad.

  Lagi

Para Imam Mengatakan Iman itu Naik Turun

Tinggalkan komentar

Pada judul terdahulu telah kita ketahui bahwa kemaksiatan akan berpengaruh pada iman kita. Sehingga yang menjadi kewajiban bagi kita adalah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjaga iman agar tidak menjadi lemah terlebih menjadi hilang. Pada pembahasan kali ini kita akan melihat pernyataan para imam Ahlusunnah terkhusus dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mereka adalah generasi mukminin pertama serta pernyataan para imam Ahlussunnah setelah mereka.

Lagi

Iman Tidak Terpengaruh oleh Perbuatan Maksiat ?

Tinggalkan komentar

Beberapa bulan yang lalu negeri ini digoncang dengan rencana kedatangan seorang penyanyi ‘kelas internasional’ yang selalu tampil dengan mengumbar auratnya di setiap pentasnya. Padahal sebagian negara kafir menolak kedatangannya karena akan menimbulkan dampak buruk bagi para pemuda dan pemudi. Namun sangat ironis di negeri ini, negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Ia malah mendapatkan dukungan dan pembelaan dari beberapa tokoh dan sejumlah kalangan agar bisa pentas di Indonesia.

Dan belumlah lama berselang telah terlaksana dengan suksesnya suatu pentas mengumbar aurat kelas internasional yang dikemas dengan kata-kata dan nama yang menarik dan menggiurkan, tidak lain adalah ‘miss …’. Sehingga kesuksesan acara tersebut semakin menambah jelas upaya orang-orang kafir dan munafik untuk melemahkan iman kaum muslimin yang sekaligus pula melemahkan negeri ini. Sungguh sangat dan sangat ironisnya.

Di antara pembelaan dan dukungan untuk kedatangan seorang biduan kelas internasional itu muncul dari seorang tokoh agama yang mengatakan: “Iman tidak terpengaruh oleh maksiat. Walaupun ada 1000 seperti dia yang datang ke Indonesia maka iman ‘wargaku’ tidak akan goyah.” Demikian kurang lebihnya pernyataannya. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita dan dia, dan seluruh kaum muslimin. Amin.

Juga sangat menyedihkan pula adanya pernyataan yang senada  yang muncul dari seorang penyanyi yang cukup sering didengar oleh banyak telinga. Ia berang ketika si ‘penyanyi internasional’  itu dilarang tampil di Indonesia lalu menyatakan perkataan yang semakna dengan si tokoh di atas. Ia merasa sakit ketika kaum muslimin berupaya mempertahankan dan menjaga imannya, salah satunya dengan meminimalisir kemungkaran dan tindakan mengumbar aurat, yaitu dengan menolak kedatangan dan pentasnya.

Demikianlah nasib kaum muslimin di negeri ini. Iman mereka tidak lagi mendapatkan perlindungan dan perhatian dari para tokohnya, yang ada malah upaya untuk semakin melemahkan iman mereka. Tidak ada yang ‘berani pasang dada’ untuk melindungi iman kaum muslimin. Yang ada malah ‘pasang dada’ untuk membela Ahmadiyah dan Syi’ah yang jelas-jelas bukan dari golongan kaum muslimin, laa haulaa wa laa quwwata illa billah.  Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuataan dan kekokohan iman kaum muslimin di negeri ini. Amin.

Lagi

Pernyataan Empat Imam Madzhab tentang Syiah

Tinggalkan komentar

Tema kali ini hanyalah sebagai ringkasan dari beberapa pembahasan yang telah lalu dari pernyataan para imam. Dalam hal ini adalah empat imam madzhab, al-Imam Abu Hanifah, al-Imam Malik, al-Imam asy-Syafi’i, dan al-Imam Ahmad rahimahumullah. Semua yang kami bawakan pada judul kali ini telah kami sampaikan pada judul-judul sebelumnya. Meskipun telah kami bawakan tidak ada salahnya untuk sekadar mengulang sebagai pengingat karena peringatan akan memberikan manfaat bagi mereka yang beriman.

Terlebih lagi permasalahan yang dijelaskan oleh imam-imam kita ini adalah salah satu prinsip dan keyakinan ahlussunnah wal jama’ah di sepanjang masa dan di seluruh negeri. Wallahu a’lam bishshawab.

  Lagi

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.