Kedudukan nan Mulia bagi Para Sahabat radhiyallahu ‘anhum dalam al-Qur’an

Tinggalkan Komentar

Pada majelis ini kita masih membahas  para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedudukan mereka yang sedemikian tinggi wajib untuk kita akui dan kita yakini, lalu kita sebarkan di tengah kaum muslimin agar mereka mengenal siapa teladan sejati bagi mereka. Selain pula untuk meluruskan apa yang telah keliru dipandang oleh sebagian awam kaum muslimin.

Pada majelis kita akan melihat sebagian ayat al-Qur’an yang menjelaskan kedudukan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Kemudian akan kita bawakan beberapa kesimpulan dari tiap-tiap  ayat berikut:

Lagi

Perang dan Perselisihan yang Terjadi sesama Sahabat radhiyallahu ‘anhum

Tinggalkan Komentar

Pada majlis kali ini kita masih membahas para sahabat Nabi shallallahu ‘aliahi wa sallam dikarenakan sangat pentingnya permasalahan ini dan banyaknya syubhat dan kerancuan yang ditujukan untuk menurunkan kredibilitas para sahabat, bahkan untuk menghilangkan sama sekali kedudukan para sahabat di dalam hati kaum muslimin. Dengan demikian mereka akan mendapatkan peluang yang besar untuk meng-update agama ini mengikuti pola pikir dan hawa nafsunya. Lalu kaum muslimin akan sangat mudah untuk digiring menjauhi ajaran Islam yang suci, indah, dan penuh rahmat serta kedamaian ini. Atau akan tergambarkan di hadapan sebagian kalangan yang bodoh dan orang-orang kafir gambaran dan aroma Islam yang tidak sedap.

Oleh karena itu kita masih membahas tentang para sahabat terlebih telah banyak kalangan awam yang tanpa sadar terbawa arus syubhat itu. Juga sebagai salah satu upaya kita mengikuti tuntunan Allah Ta’ala dan agar tidak termasuk orang yang mengingkari nikmat-Nya, yaitu keberadaan para sahabat yang mulia, radhiyallahu‘anhum wa radhu ‘anhu:

إِنَّ الله يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ الله لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ

Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. (QS. al-Hajj:38)

Lagi

Membersihkan Lisan dari Mencela Para Sahabat radhiyallahu ‘anhum

Tinggalkan Komentar

Allah subhanahu wa ta’ala Memilih Pilihan-Nya

Allah subhanahu wa ta’ala adalah Dzat Yang Mahaberkehendak. Allah juga memilih sesuatu sesuai dengan kehendak dan hikmah-Nya. Dari sekian banyak makhluk yang Allah Ta’ala pilih untuk mengemban risalah terakhir dan sekaligus sebagai penutup para nabi adalah seorang dari bangsa Arab. Demikian pula Allah memilih Jibril sebagai penyampai wahyu kepada Nabi-Nya yang terakhir itu. Kemudian Allah ‘azza wa jalla memilihkan untuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam orang-orang terbaik setelah para nabi untuk menemani beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mendakwahkan Islam. Kemudian Allah Ta’ala menjadikan orang-orang terbaik itu sebagai generasi pertama yang melanjutkan dakwah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu mendakwahkan Islam kepada seluruh umat manusia dan kepada seluruh suku bangsa. Mereka adalah para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anum.

Allah Ta’ala berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمْ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ الله وَتَعَالى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). (QS. al-Qashash: 68)

Lagi

Kedudukan Para Sahabat radhiyallahu ‘anhum (Membela Kehormatan Para Sahabat Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam)

2 Komentar

Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai Allah ta’ala. Dan hanyalah Islam agama yang akan diterima dari seorang hamba ketika menghadap kepada-Nya. Dengan demikian Islam-lah agama yang benar, selain Islam adalah agama yang tidak benar, entah Yahudi, Nasrani, atau selainnya. Oleh karena itu kalangan ahli kitab (terutama kaum Yahudi) sangat berambisi untuk merobohkan Islam, karena mereka sangat memahami dan mengetahui bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan terakhir yang harus mereka ikuti. Bahkan mereka mengenali beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana mereka mengenali anak-anak mereka sendiri. Sekian banyak makar dan tipu daya mereka lancarkan untuk menyerang Islam. Berbagai cara mereka tempuh agar Islam dijauhi dan dinilai buruk. Namun:

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya. (QS. Ash-Shaff:8)

Lagi

Menimba Ilmu dari Sembarang Orang dan Asal Comot…??

2 Komentar

Menimba Ilmu dari Sembarang Orang dan Asal Comot…??

Mencari ilmu agama adalah perintah dari Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula dengan teladan dari para Salaf, dari kalangan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga para ulama yang hidup di masa sekarang. Tentunya demikian pula dengan teladan dari al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah. Beliau adalah salah seorang dari sekian banyak orang yang sangat getol untuk menuntut ilmu agama.

Dalam judul kali ini kita akan bawakan pernyataan al-Imam asy-Syafi’i yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’[1] tentang orang yang mengambil ilmu dari sembarang orang dan asal comot, tanpa memerhatikan dari mana dan dari siapa ia mengambilnya:

Lagi

Gerakan Perubahan … !!! Menuju Indonesia yang Lebih Baik

1 Komentar

Gerakan Perubahan … !!!

Menuju Indonesia yang Lebih Baik

 

Di masa-masa mendekati pemilu 2014 nanti telah kita mendengar rayuan-rayuan dan bujukan-bujukan agar orang-orang mengikuti dan mendukungnya. Di antara rayuan-rayuan politik itu adalah “Gerakan perubahan, menuju Indonesia yang lebih baik!!” kurang lebihnya demikian. Bukanlah kita hendak ikut campur dalam politik yang demikian caranya. Akan tetapi untuk memberikan setitik cahaya dalam menilai apa yang ada di hadapan kita. Kita semua yang menyimak perkembangan berita di negeri ini sangat tahu betapa karut marutnya keadaan perpolitikan.

Ya Allah Rabb kami selamatkanlah negeri ini dari para penjahat dan dari para mafia..

Berikanlah hidayah kepada para pimpinan kami kepada jalan-Mu yang lurus …

Berikanlah kepada mereka pendamping, penasihat, dan pengawas yang saleh …

Jauhkanlah mereka dari teman-teman duduk yang jahat dan berambisi untuk menghancurkan kami di negeri ini … Lagi

Mengenali Hati yang Menyimpang

Tinggalkan Komentar

Manusia digambarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti kerajaan dengan rajanya. Jika raja itu baik maka akan baiklah rakyat yang dipimpinnya. Dan jika raja itu rusak maka akan rusak pula rakyatnya. Dan raja itu adalah hati atau kalbu, sedangkan rakyatnya adalah anggota badan. Sehingga ada korelasi dan hubungan erat antara bagusnya hati dengan bagusnya amalan yang dilakukan oleh anggota badan.

            Untuk kali ini kita akan mengetahui tanda-tanda rusaknya hati sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala: Lagi

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.