ISLAM AGAMA UNIVERSAL

Tinggalkan komentar

Telah dimaklumi bersama bahwa Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad n. Sebagai utusan Allah Ta’ala beliau mengemban amanat untuk mendakwahkan agama-Nya, yaitu Islam kepada seluruh kalangan manusia, tidak memandang suku, ras, keturunan, dan batas wilayah. Dalam ayat di bawah ini Allah Ta’ala memberikan perintah kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam:

قل ياأيها الناس إني رسول الله إليكم جميعا

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. (QS. Al-A’raf: 158)

Lagi

Celaan Mengangkat & Memilih Orang Kafir

2 Komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Pada kesempatan kali ini akan kita simak bersama penuturan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari terkait dengan pengangkatan/penunjukan/pemilihan orang non-muslim sebagai orang kepercayaan, entah sebagai kepala negara atau wakilnya, atau wakil kepala daerah, sebagai guru, sebagai sekretaris, teman dekat, atau selainnya. Ibnu Hajar membawakan riwayat dari jalur ‘Iyadh al-Asy’ari dari Abu Musa:

أَنَّهُ اِسْتَكْتَبَ نَصْرَانِيًّا فَانْتَهَرَهُ عُمَر ” وَقَرَأَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُود وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء } الْآيَة . فَقَالَ أَبُو مُوسَى ” وَاَللَّه مَا تَوَلَّيْته وَإِنَّمَا كَانَ يَكْتُب ” فَقَالَ : ” أَمَا وَجَدْت فِي أَهْل الْإِسْلَام مَنْ يَكْتُب لَا تُدْنِهِمْ إِذْ أَقْصَاهُمْ اللَّه ، وَلَا تَأْتَمِنهُمْ إِذْ خَوَّنَهُمْ اللَّه ، وَلَا تُعِزَّهُمْ بَعْدَ أَنْ أَذَلَّهُمْ اللَّه

Bahwasanya ia (Abu Musa al-Asy’ari) menunjukkan seorang beragama Nasrani sebagai juru tulis. Lalu Umar menghardiknya dan membacakan ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُود وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu). (QS. al-Maidah: 51)

Kemudian Abu Musa menjawab: Demi Allah, aku tidak mengangkatnya sebagai pimpinan, ia hanya sekadar menuliskan.

Kemudian Umar menjawab lagi: Apakah kamu tidak mendapati dari kalangan pemeluk agama Islam yang bisa menulis? Janganlah kamu menjadikan mereka sebagai orang dekat padahal Allah telah menjauhkan mereka. Janganlah kamu mempercayai mereka setelah Allah menyatakan mereka sebagai para pengkhianat. Jangan pula engkau memuliakan mereka setelah Allah menghinakan mereka. (Fathul Bari, bab: Yustahab lil Katib an Yakuna Aminan ‘Aaqilan – Dianjurkan Bagi Seorang Juru Tulis Seorang yang Terpercaya dan Seorang yang Cerdas)

Lagi

Kisah Ibnu Hajar Al-Asqolani dan Yahudi Tukang Minyak

Tinggalkan komentar

Sebagian ahli tarikh (sejarah) menceritakan:
Ibnu Hajar rahimahullah dulu adalah seorang hakim besar Mesir di masanya. Beliau jika pergi ke tempat kerjanya berangkat dengan naik kereta yang ditarik oleh kuda-kuda atau keledai-keledai dalam sebuah arak-arakan.
Pada suatu hari beliau dengan keretanya melewati seorang yahudi Mesir. Si yahudi itu adalah seorang penjual minyak. Sebagaimana kebiasaan tukang minyak, si yahudi itu pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan itu, si yahudi itu menghadang dan menghentikannya.

Lagi