Memperingatkan Umat dari Kejahatan Syi’ah Rafidhah (Peringatan dari al-Imam asy-Syafii dan Abu Hanifah rahimahumallah)

1 Komentar

Di antara prinsip yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah memperingatkan umat dari sekte sesat agar tidak diikuti. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Khawarij:

إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا أَوْ فِي عَقِبِ هَذَا قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنْ الرَّمِيَّةِ يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الْأَوْثَانِ لَئِنْ أَنَا أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ

Sesungguhnya akan keluar dari keturunan orang ini suatu kaum yang membaca al-Qur’an namun tidak melebihi kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama ini sebagaimana anak panah menembus buruannya. Mereka memerangi pemeluk Islam dan membiarkan para penganut berhala. Jika aku menjumpai mereka pasti aku akan perang mereka sebagaimana dimusnahkannya kaum ‘Ad (yaitu dihabisi hingga ke akar-akarnya-pen). HR. Al-Bukhari dan Muslim.

Lagi

Iklan

Perkataan Para Ulama ahlussunnah tentang Sufiyah

Tinggalkan komentar

Setelah kita menyebutkan perkataan Imam Asy-Syafii dan Imam Waki’ (salah seorang guru Imam Asy-Syafii), kita akan menyebutkan beberapa perkataan ulama yang lain tentang Sufiyah [Shufiyyah] atau tasawuf [tashawwuf, tashowwuf].

1. Imam Malik (guru Imam Asy-Syafii) –rohimahumalloh

Al-Qodhi ‘Iyadh rohimahulloh berkata dalam kitabnya Tartib Al-Madarik Wa Taqrib Al-Masalik 2/54: At-Tinisi berkata: Kami dulu berada di sisi Malik, dan para muridnya berada di sekelilingnya. Kemudian seorang dari penduduk Nashibiyin berkata: “Di tempat kami ada satu kaum yang disebut dengan sufiyah, dimana mereka makan banyak, kemudian mereka mulai membaca qasidah-qasidah [qashidah, qoshidah], kemudian bangkit dan menari.” Maka Imam Malik berkata: “Apakah mereka anak-anak?” Dia menjawab: “Tidak.” Imam Malik bertanya: “Apakah mereka orang-orang gila?” Dia menjawab: “Bahkan mereka adalah para tokoh agama yang berakal!” Maka Imam Malik berkata: “Aku tidak mendengar bahwa seorang muslim akan melakukan demikian.”
Lagi

Imam Asy-Syafii tentang Sufiyah (Tasawwuf)

Tinggalkan komentar

Imam Syafii telah mencela sufiyah (shufiyyah) karena kesesatan mereka. Beliau telah menyebutkan ciri-ciri mereka untuk memperingatkan agar tidak tertipu dengan mereka dan masuk ke dalam bid’ah sufiyah.
Hal ini nampak sangat jelas dalam teks-teks ucapan beliau tentang firqoh (golongan, sekte) ini.
Di antara ucapan beliau:

1. Imam Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanadnya dari Yunus bin Abdil A’la, dia berkata: Aku mendengar Imam Asy-Syafii berkata: “Kalau seorang menganut ajaran tasawuf (tashawwuf) pada awal siang hari, tidak datang waktu zhuhur kepadanya melainkan engkau mendapatkan dia menjadi dungu.” (Manaqib Imam As-Syafii 2/207, karya Imam Al-Baihaqi)

Imam Asy-Syafii: Apabila hadits itu shahih, maka itulah madzhabku

Tinggalkan komentar

“Apabila hadits itu shahih, maka itulah madzhabku.” Ini sebagaimana dihikayatkan oleh An-Nawawi di dalam Al-Majmu’ 1/63, dan Asy-Sya’rani 10/57
Dan ini diamalkan oleh para tokoh madzhab syafiiyah, semoga Allah merohmati mereka semua.

Lagi

SEKILAS SEJARAH PENYEBARAN MADZHAB-MADZHAB

Tinggalkan komentar

Kaum muslimin semua, kita tahu bahwa para imam madzhab yang empat itu lahir setelah jaman para tabiin. Lalu sebelum mereka lahir, kaum muslimin saat itu berada di atas madzhab apa? Madzhab mereka adalah madzhab ahlul hadits, yaitu mengamalkan al-qur’an dan al-hadits (as-sunnah) dengan pemahaman Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam, para shohabat yang mengambil dari beliau, para tabiin dan tabiut-tabi’in. Dan itulah yang dikenal dengan para ulama sebagai madzhab salaf. Kemudian setelah itu bermunculan madzhab-madzhab. Selain itu juga muncul kelompok-kelompok aliran sesat, seperti: Khowarij, Qodariyah, Syiah Rofidhoh, Sufiyah.

Lagi

Imam Asy-Syafi’i Mengikuti Madzhab Ahli Hadits

Tinggalkan komentar

Imam Syafi’i rohimahulloh berada di atas madzhab ahli hadits, bahkan beliau termasuk mubaligh/ penyampai madzhab ahli hadits. Hal ini ditunjukkan oleh perkataan Imam Nawawi di dalam Tahdzib Asma wa Lughot (1/44) tentang riwayat hidup Imam Syafi’i: “kemudian beliau mengadakan perjalanan ke Iraq, menyebarkan ilmu hadits dan menegakkan madzhab ahlinya, yaitu madzhab ahli hadits.”
Lagi

Biografi Al-Imam Asy-Syafii, Muhammad bin Idris (150-204 H)

1 Komentar

Nasabnya: Beliau adalah Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Idris yang bersambung nasabnya dengan Hasyim bin Al-Muththolib bin ‘Abdi Manaf Al-Qurosyi Al-Muththolibi.

Kelahiran dan Pertumbuhannya: Beliau lahir di ‘Asqolan pada tahun 150 H, dan tumbuh besar di Makkah. Kemudian tinggal di Mesir, dan meninggal pada hari terakhir bulan Rojab 204 H.
Lagi