(Hanya Bersandar kepada Allah Ta’ala Saja)

Fenomena kemunculan JIN (Jemaat Islam NUsantara) yang dimotori oleh Sa’id Aqil Siradj menambah kebingunan di sebagian kaum muslimin. Juga memperparah perpecahaan yang telah ada di tengah kaum muslimin. Persatuan kaum muslimin seakan semakin jauh seiring dengan semakin kaburnya pemahaman Islam di tengah-tengah kaum muslimin.

Banyak pihak yang sangat berharap kaum muslimin bisa bersatu padu untuk menghadapi ancaman serius dari bahaya laten Syiah dan PKI. Juga kemunculan orang-orang kafir yang menghina agama Allah Ta’ala dengan menuliskan lafazh Allah di bawah sandal buatannya, juga penulisan Basmalah di kantong celana jeans.

Akan tetapi ternyata malah muncul satu ‘makhluk’ baru bernama JIN itu – walaupun sudah ada pendahulunya, yaitu JIL (Jaringan Indonesi Liberal, bukan Jaringan Islam Liberal demikian kata sebagian orang-.

            Hanya saja keadaan yang kian parah ini tidak lantas membuat seorang muslim akan menyerah begitu saja lalu mengalir mengikuti arus. Tidak demikian sifat seorang muslim. Bahkan sebaliknya, ia akan semakin yakin dan semakin kuat keimanannya bahwa hanyalah Allah Ta’ala yang bisa menyelamatkan dirinya dan bisa mewujudkan harapannya itu, yaitu bersatunya kaum muslimin dan kemenangan kaum muslimin di hadapan sekian banyak musuh.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تَايئَسُوا من رَوحِ الله إنّهُ لاَ يَايْئَسُ مِنْ رَوحِ الله إلا القوم الْكَافِرُون

dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS. Yusuf: 87)

al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

“Allah Ta’ala memberitakan tentang Nabi Ya’qub ‘alaihissalam bahwa ia memberikan dorongan kepada putra-putranya untuk pergi ke negeri Mesir untuk mencari berita tentang Yusuf dan saudaranya yang bernama Bunyamin.

Dalam ayat ini digunakan kata tahassas (mencari berita) karena kata ini digunakan dalam kebaikan. Sedangkan kata tajassus (mencari berita) digunakan dalam kejahatan.

Nabi Ya’qub memberikan dorongan kepada mereka dan memberikan berita gembira pula serta menyuruh mereka agar tidak memutus harapan dari rahmat Allah, yaitu jangan putus harapan dan cita-citanya dari Allah Ta’ala dalam mengusakahan yang mereka cari dan tuju. Karena tidak akan berputus harapan dan tidak berputus asa dari Allah kecuali orang-orang kafir.”

Demikianlah sifat seorang muslim, yaitu tidak berputus harap dan tidak berputus dari rahmat Allah Ta’ala. Senantiasa yakin dan berharap kepada Allah Ta’ala. Bahwasanya Allah Ta’ala akan memenangkan agamanya dan menolong para wali-Nya. Ia tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang beriman dan taat kepada Rasul-Nya.

وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُون

(Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjinya, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui. (QS. Rum: 6)

أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَلَا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Ingatlah, Sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, Sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya). (QS. Yunus: 55)

Inilah di antara janji Allah Ta’ala itu:

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

Sesungguhnya kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (QS. Ghafir: 51)

Allah Ta’ala telah berjanji akan menolong orang-orang yang beriman baik ketika di dunia mapun pada hari kiamat kelak.

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Jika Allah menolong kamu, tidak ada orang yang dapat mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu?

Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.

(QS. Ali Imran: 160)