Dalil dari as-Sunnah bahwa Iman Bisa Naik dan Turun

2 Komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Sebagian ayat al-Qur’an yang menjelaskan bahwa iman bisa naik dan bisa turun telah kita simak pada pembahasan terdahulu. Dan telah kita sertakan pula sebagian kesimpulan dan faedah penting pada akhir pembahasan tersebut. Pada pembahasan kali ini kita akan simak bersama sebagian hadits yang menjelaskan bahwa iman bisa naik dan bisa turun.

Lagi

Iklan

Dalil dari al-Qur’an bahwa Iman Bisa Naik dan Turun

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Pada beberapa pembahasan terdahulu telah kita ketahui bahwasanya iman bisa bertambah dan berkurang dan yang menjadi kewajiban bagi kita adalah menjaga iman agar tetap terjaga dan tidak berkurang, apalagi menjadi hilang. Bahkan kita dianjurkan untuk semakin meningkatkan iman kita dengan melakukan berbagai amalan saleh.

Pada kesempatan kali ini akan kita simak bersama dalil-dalil dari al-Qur’an bahwa iman bisa bertambah dan berkurang, bahkan bisa hilang sehingga pelakunya menjadi murtad.

  Lagi

Iman Tidak Terpengaruh oleh Perbuatan Maksiat ?

Tinggalkan komentar

Beberapa bulan yang lalu negeri ini digoncang dengan rencana kedatangan seorang penyanyi ‘kelas internasional’ yang selalu tampil dengan mengumbar auratnya di setiap pentasnya. Padahal sebagian negara kafir menolak kedatangannya karena akan menimbulkan dampak buruk bagi para pemuda dan pemudi. Namun sangat ironis di negeri ini, negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Ia malah mendapatkan dukungan dan pembelaan dari beberapa tokoh dan sejumlah kalangan agar bisa pentas di Indonesia.

Dan belumlah lama berselang telah terlaksana dengan suksesnya suatu pentas mengumbar aurat kelas internasional yang dikemas dengan kata-kata dan nama yang menarik dan menggiurkan, tidak lain adalah ‘miss …’. Sehingga kesuksesan acara tersebut semakin menambah jelas upaya orang-orang kafir dan munafik untuk melemahkan iman kaum muslimin yang sekaligus pula melemahkan negeri ini. Sungguh sangat dan sangat ironisnya.

Di antara pembelaan dan dukungan untuk kedatangan seorang biduan kelas internasional itu muncul dari seorang tokoh agama yang mengatakan: “Iman tidak terpengaruh oleh maksiat. Walaupun ada 1000 seperti dia yang datang ke Indonesia maka iman ‘wargaku’ tidak akan goyah.” Demikian kurang lebihnya pernyataannya. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita dan dia, dan seluruh kaum muslimin. Amin.

Juga sangat menyedihkan pula adanya pernyataan yang senada  yang muncul dari seorang penyanyi yang cukup sering didengar oleh banyak telinga. Ia berang ketika si ‘penyanyi internasional’  itu dilarang tampil di Indonesia lalu menyatakan perkataan yang semakna dengan si tokoh di atas. Ia merasa sakit ketika kaum muslimin berupaya mempertahankan dan menjaga imannya, salah satunya dengan meminimalisir kemungkaran dan tindakan mengumbar aurat, yaitu dengan menolak kedatangan dan pentasnya.

Demikianlah nasib kaum muslimin di negeri ini. Iman mereka tidak lagi mendapatkan perlindungan dan perhatian dari para tokohnya, yang ada malah upaya untuk semakin melemahkan iman mereka. Tidak ada yang ‘berani pasang dada’ untuk melindungi iman kaum muslimin. Yang ada malah ‘pasang dada’ untuk membela Ahmadiyah dan Syi’ah yang jelas-jelas bukan dari golongan kaum muslimin, laa haulaa wa laa quwwata illa billah.  Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuataan dan kekokohan iman kaum muslimin di negeri ini. Amin.

Lagi