Suatu keadaan yang mengenaskan, menyesakkan, dan memilukan yang dialami oleh pasukan Abrahah, pasukan bergajah yang ia pimpin untuk menghancuran Ka’bah al-Musyarrafah (yang dimuliakan).

Padahal mereka berangkat dari Yaman dengan jumlah pasukan yang sangat banyak sekali agar tidak ada yang bisa menghalangi mereka dalam perjalanan menuju Makkah. Jumlah pasukan yang sedemikian besar yang dipimpin oleh Abrahah itu membuat ciut nyali sebagian bangsa Arab. Akan tetapi sebesar apapun dan sebanyak apapun tetaplah tidak akan mampu melawan kekuatan Allah Ta’ala yang Mahakuat, Mahaperkasa, Mahamencipta. Ia Dzat Yang Mahamengetahui lagi Mahabesar. Ia Mahakuasa, tidak ada yang bisa mengalahkan atau membuat-Nya lemah.

Ibnu Katsir rahihamullah di bagian-bagian akhir tafsiran surat al-Fiil mengatakan,

“Dan maknanya adalah bahwasanya Allah membinasakan dan menghancurkan mereka. Allah memutarbalikkan tipu daya dan kemarahan mereka sehingga mereka tidak memperoleh kebaikan (keberhasilan dari misi mereka-pen). Allah membinasakan mereka secara umum. Tidak ada seorang pun dari mereka yang kembali kecuali dalam keadaan terluka sebagaimana yang terjadi pada pimpinan mereka bernama Abrahah.

                Ketika sampai di Shan’a, hati Abrahah benar-benar merasa sesak. Ia menceritakan apa yang menimpa pasukannya kepada orang-orang di Shan’a. Setelah itu ia tewas (dengan mengenaskan).”

Demikian secara ringkas keadaan yang dialami oleh Abrahah dan pasukannya. Akhirnya Abrahah mati dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Hatinya sangat sesak ditambah lagi dengan keadaan dirinya yang pulang hanya tersisa sebagian tubuhnya, karena bagian tubuhnya yang lain telah putus satu persatu di tengah perjalanan. Sehingga keadaan ini menambahnya semakin sesak dan sempit. Lalu matilah ia dalam keadaan yang mengenaskan. Di akhirat kelak mendapatkan siksa yang sangat pedih.

Semoga Allah Ta’ala menjauhkan diri-diri kita dari siksa-Nya. Amin.

Demikianlah sekilas tentang penghujung yang dijumpai oleh pasukan besar yang dikenal dengan pasukan bergajah pimpinan Abrahah. Demikian pula nasib bagi setiap orang yang menentang agama-Nya.

Sebenarnya maksud dari tulisan ini adalah memberikan rangsangan kepada Sa’id Agil Siradj dan Ulil Abshar agar tidak ‘goblok’ lagi dan tidak dijadikan budak oleh Syiah dan kaum kafir lainnya yang dibungkus dalam kemasan yang menggiurkan dan menyilaukan, yaitu Islam Nusantara atau bungkus-bungkus lainnya. Akan tetapi hanyalah orang-orang ‘goblok’ dan orang-orang yang berpenyakit saja yang bisa ditipu oleh bungkusmu itu.

Ingatlah bahwa dirimu adalah manusia yang lemah. Kamu diciptakan dari setetes air yang hina. Kamu juga lahir dalam keadaan lemah tak berdaya. Sekarang pun hakikat dirimu juga lemah. Lemah mental, lemah ilmu, lemah pemahaman, lemah … dan tidak lama lagi juga masuk ke dalam ‘lemah’ (tanah dalam bahasa jawa).

Perhatikan lagi perkataan dan ucapan yang pernah kamu lontarkan di hadapan orang-orang atau di media-media lain. Ingat dan kembalilah kepada ajaran Allah Ta’ala, jangan kamu menghina ajaran-ajaran Islam. Jangan kamu memunculkan kekacauan baru di tengah-tengah kaum muslimin.

Dan bertaubatlah … mumpung masih ada waktu untuk bertaubat.

Sanggupkah kamu menanggung dosa orang-orang yang berhasil kamu sesatkan … ?!!

Ingat bahwa Allah adalah Dzat Yang Mahakuasa, Mahamencipta.