Mengenal Auliya’

Tinggalkan komentar

Auliya’ adalah kata majemuk dari kata tunggal wali. Tentunya yang dimaksud di sini adalah wali Allah, bukan wali setan, karena wali ada dua, yaitu wali Allah dan wali setan. Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah wali-wali setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah. (QS. an-Nisa’: 76)

Sehingga sangat jelas diterangkan dalam ayat di atas bahwa wali ada dua, yaitu wali Allah dan wali setan.

Lagi

Iklan

Apa dan Siapa Sunni Itu …? (2)

2 Komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Pada pembahasan yang lalu (Apa dan Siapa Sunni 1) telah kita ketahui asal usul kata sunni dan makna sunnah secara bahasa. Dan biasanya ada keterkaitan antara makna suatu kata menurut bahasa dan menurut syari’at. Wallahu a’lam.

Sekarang kita akan mengenal makna dari kata sunnah yang digunakan dalam istilah syari’at Islam. Sebenarnya telah kita bahas dalam tulisan berjudul “Yang ‘Sunnah’ Ditinggalkan ?”

makna kata sunnah dalam istilah syari’at.

Telah kita sampaikan pula akibat dari salah memahami atau kurang memahami dengan baik suatu istilah akan menimbulkan kerancuan, salah kaprah, bahkan perselisihan dan perpecahan. Di antara kerancuan dan salah kaprah yang terjadi adalah sebagian besar dari ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ditinggalkan dan diasingkan karena hanya ‘sunnah’ saja, bukan wajib. Padahal kata ‘sunnah’ dalam istilah syari’at memiliki beberapa definisi sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Tidak mengapa untuk kita ulang sebagiannya karena sangat penting agar menjadi pengingat dan peringatan bagi kita semua, kaum muslimin dimana saja berada.

فذكر فإن الذكر تنفع المؤمنين

Maka ingatkanlah, karena sesungguhnya peringatan itu akan memberikan manfaat bagi kaum mukminin.

Berikut adalah pernyataan yang kami kopikan dari tulisan kami berjudul “Yang ‘Sunnah’ Ditinggalkan ?”

Lagi

Apa dan Siapa Sunni Itu? … (1)

2 Komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Pada pembahasan kali ini kita akan mengenali siapakah atau apa sebenarnya istilah ‘sunni’ dalam Islam. Karena hampir mayoritas kalangan mengaku sebagai kaum ‘sunni’, namun sudahkah pengakuannya itu benar dan jujur? Atau hanya sekadar pengakuan namun jauh menyimpang dari makna ‘sunni’ yang sebenarnya. Pembahasan ini akan dibagi ke dalam beberapa poin penting sebagai berikut:

  1. Asal kata sunni
  2. Arti kata sunnah secara bahasa
  3. Arti sunnah dalam syari’at
  4. Siapakah ‘sunni’ yang sebenarnya?
  5. Sudahkah kita menjadi sunni yang sebenarnya atau hanya mengaku dengan lisan tetapi ‘jauh panggang dari api’?

Pembahasan Pertama:

Kata ‘sunni’ berasal dari kata sunnah. Mengapa bisa berubah menjadi ‘sunni’?

Lagi

Kedudukan Para Sahabat radhiyallahu ‘anhum (Membela Kehormatan Para Sahabat Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam)

3 Komentar

Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai Allah ta’ala. Dan hanyalah Islam agama yang akan diterima dari seorang hamba ketika menghadap kepada-Nya. Dengan demikian Islam-lah agama yang benar, selain Islam adalah agama yang tidak benar, entah Yahudi, Nasrani, atau selainnya. Oleh karena itu kalangan ahli kitab (terutama kaum Yahudi) sangat berambisi untuk merobohkan Islam, karena mereka sangat memahami dan mengetahui bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan terakhir yang harus mereka ikuti. Bahkan mereka mengenali beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana mereka mengenali anak-anak mereka sendiri. Sekian banyak makar dan tipu daya mereka lancarkan untuk menyerang Islam. Berbagai cara mereka tempuh agar Islam dijauhi dan dinilai buruk. Namun:

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya. (QS. Ash-Shaff:8)

Lagi

Biografi Al-Imam Al-Hafizh Ahmad Bin Ali bin Hajar Al-‘Asqalani (773 – 852 H)

Tinggalkan komentar

Syaikhul Islam, pemegang bendera sunnah, pemimpin makhluq, Qadhi Al-Qudhat, Abu Al-Fadhl. Ayahnya adalah salah seorang ahli di bidang fiqh, bahasa Arab, qira’ah, dan sastra, cerdas, terhormat dan disegani. Ia pernah menjabat sebagai qadhi, suka menulis, dan profesional dalam hal mengajar dan berfatwa.
Imam Ibnu Hajar dilahirkan pada tanggal 12 Sya’ban 773 H. di Mesir. Ia tumbuh besar di Mesir setelah ibunya meninggal, lalu ia dipelihara oleh bapaknya dengan penuh penjagaan dan perlindungan yang ketat. Bapaknya tidak pernah membawanya ke maktab (tempat belajar anak-anak) kecuali setelah ia berumur lima tahun. Lagi

Kisah Ibnu Hajar Al-Asqolani dan Yahudi Tukang Minyak

Tinggalkan komentar

Sebagian ahli tarikh (sejarah) menceritakan:
Ibnu Hajar rahimahullah dulu adalah seorang hakim besar Mesir di masanya. Beliau jika pergi ke tempat kerjanya berangkat dengan naik kereta yang ditarik oleh kuda-kuda atau keledai-keledai dalam sebuah arak-arakan.
Pada suatu hari beliau dengan keretanya melewati seorang yahudi Mesir. Si yahudi itu adalah seorang penjual minyak. Sebagaimana kebiasaan tukang minyak, si yahudi itu pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan itu, si yahudi itu menghadang dan menghentikannya.

Lagi