Telah dimaklumi bersama bahwa Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad n. Sebagai utusan Allah Ta’ala beliau mengemban amanat untuk mendakwahkan agama-Nya, yaitu Islam kepada seluruh kalangan manusia, tidak memandang suku, ras, keturunan, dan batas wilayah. Dalam ayat di bawah ini Allah Ta’ala memberikan perintah kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam:

قل ياأيها الناس إني رسول الله إليكم جميعا

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. (QS. Al-A’raf: 158)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan ayat di atas:

“Ayat ini sebagai pembicaraan untuk kalangan kulit merah dan hitam; untuk kalangan Arab dan non-Arab.”

Kemudian al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah  melanjutkan penjelasannya, “Dan ini sebagai kemuliaan dan keagungan beliau sebagai penutup para nabi dan bahwa beliau diutus kepada seluruh manusia.”

“Dan ayat yang menjelaskan seperti di atas ini banyak jumlahnya”, lanjut beliau dalam tafsirnya, “Sebagaimana pula hadits-hadits tentang sifat ini sangat banyak untuk diringkas. Dan sifat ini Dan sifat ini (agama Islam berlaku untuk seluruh kalangan manusia) adalah perkara yang  telah dimaklumi secara dharuri (sepontan) dari Islam.”

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah  membawakan sejumlah hadits di antaranya adalah sebagai berikut:

– Hadits riwayat Muslim dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي رَجُلٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ: يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ لَا يُؤْمِنُ بِي إِلَّا دَخَلَ النَّارَ (رواه مسلم)

Demi Dzat Yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah seorang dari kalangan umat ini yang mendengar tentang aku, baik ia dari kalangan Yahudi maupun Nasrani, kemudian tidak beriman kepadaku, kecuali ia akan masuk neraka. HR. Muslim.

– Hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلِي: ، … وَكَانَ النَّبِيُّ  يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ، وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً (رواه البخاري ومسلم)

Aku diberi lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun dari kalangan para nabi sebelumku: (beliau menyebutkan empat perkara dan yang kelima adalah …) dahulu para nabi diutus kepada kaumnya saja sedangkan aku diutus kepada seluruh kalangan manusia. HR. al-Bukhari dan Muslim.

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah  memberikan judul bab dalam Shahih Muslim:

بَابُ وُجُوبِ الْإِيمَانِ بِرِسَالَةِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى جَمِيعِ النَّاسِ وَنَسْخِ الْمِلَلِ بِمِلَّتِهِ)

Bab: Wajibnya beriman kepada risalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diperuntukan bagi seluruh manusia dan dihapusnya semua agama dengan agama beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dengan demikian – sebagai penutup – kita simpulkan bahwa seorang muslim wajib meyakini bahwa :

  1. Islam adalah agama yang bersifat universal, yaitu wajib untuk dipegangi oleh seluruh umat manusia, tidak terbatas oleh negara, suku bangsa, dan keturunan.
  2. Hanyalah dengan agama Islam seorang hamba akan selamat di dunia dan akhirat.
  3. Agama selain Islam tidak lagi berlaku dan tidak boleh diikuti setelah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.