Memusuhi Wali Allah, Mungkinkah Terjadi?

Tinggalkan komentar

Pada tulisan terdahulu (Mengenal Auliya’ atau Waliyullah) telah kita simak bersama definisi atau yang dimaksud dengan waliyullah. Juga telah kita simak bersama ancaman bagi mereka yang memusuhi wali-wali Allah Ta’ala yang dijelaskan dalam hadits shahih riwayat al-Bukhari.

Pada kesempatan kali ini kita akan mengetahui bersama sifatberseteru/berselisih yang menjadi sebab diperangi oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana pula telah kita janjikan pada tulisan terdahulu tentang penjelasan makna memusuhi para wali Allah Ta’ala. Untuk memahami makna permusuhan ini kita akan simak bersama penjelasan dari al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah.

Lagi

SIFAT SEORANG MUSLIM 1

Tinggalkan komentar

(Hanya Bersandar kepada Allah Ta’ala Saja)

Fenomena kemunculan JIN (Jemaat Islam NUsantara) yang dimotori oleh Sa’id Aqil Siradj menambah kebingunan di sebagian kaum muslimin. Juga memperparah perpecahaan yang telah ada di tengah kaum muslimin. Persatuan kaum muslimin seakan semakin jauh seiring dengan semakin kaburnya pemahaman Islam di tengah-tengah kaum muslimin.

Banyak pihak yang sangat berharap kaum muslimin bisa bersatu padu untuk menghadapi ancaman serius dari bahaya laten Syiah dan PKI. Juga kemunculan orang-orang kafir yang menghina agama Allah Ta’ala dengan menuliskan lafazh Allah di bawah sandal buatannya, juga penulisan Basmalah di kantong celana jeans.

Akan tetapi ternyata malah muncul satu ‘makhluk’ baru bernama JIN itu – walaupun sudah ada pendahulunya, yaitu JIL (Jaringan Indonesi Liberal, bukan Jaringan Islam Liberal demikian kata sebagian orang-.

            Hanya saja keadaan yang kian parah ini tidak lantas membuat seorang muslim akan menyerah begitu saja lalu mengalir mengikuti arus. Tidak demikian sifat seorang muslim. Bahkan sebaliknya, ia akan semakin yakin dan semakin kuat keimanannya bahwa hanyalah Allah Ta’ala yang bisa menyelamatkan dirinya dan bisa mewujudkan harapannya itu, yaitu bersatunya kaum muslimin dan kemenangan kaum muslimin di hadapan sekian banyak musuh.

Lagi

SEBAGIAN PELAJARAN DARI SURAT AL-FIIL

Tinggalkan komentar

Al-Qur’an dijadikan oleh Allah Ta’ala sebagai kitab yang sempurna dan terjaga. Banyak kandungan pelajaran yang akan bisa dipetik dan dirasakan bagi orang-orang yang berakal saja. Adapun bagi mereka yang telah terkotori akalnya oleh sekian banyak pemikiran ‘najis’ dan menyimpang, al-Qur’an hanya akan dianggap seperti dongengan masa lalu, tidak ada realitanya atau tidak sesuai dengan realita yang ada.

Semua kisah yang ada dalam al-Qur’an benar adanya. Hanya saja detail dari peristiwa itu – seperti nama orang atau nama tempat – tidak disebutkan karena yang menjadi tujuan utama adalah pelajaran dan ibrah di baliknya. Wallahu a’lam.

Di antara kisah tentang peristiwa yang sangat bersejarah adalah kisah tentara bergajah yang Allah Ta’ala abadikan dalam surat al-Fiil. Tentang pasukan bergajah itu sendiri telah dimaklumi oleh semua kaum muslimin, yaitu pasukan Abrahah yang hendak menyerang dan menghancurkan Ka’bah. Kisah ini telah masyhur di tengah-tengah kaum muslimin.

Lagi

Minoritas Selalu Dilindungi… ??

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Di antara syubhat yang pernah disinggung pada pembahasan tentang ‘bimbingan menyikapi sunnah’ adalah keberadaan minoritas yang harus dilindungi. Banyak didengungkan dan disuarakan jargon ‘membela dan melindungi kaum minoritas’ demi keadilan dan kebebasan berpendapat dan berkeyakinan. Atau demi demokrasi dan kebangsaan.

                Namun apakah sesimpel ini dalam memberikan perlindungan dan kebebasan kepada ‘kaum minoritas’? Apakah tidak perlu memerhatikan hakikat dan inti ajaran atau pemikiran mereka? atau ambisi apakah yang disembunyikan di balik seruan-seruan membela kaum ‘minoritas’ (baca : Ahmadiyah dan Syiah serta sekte-sekte sesat lainnya)?

                Kalau yang dimaukan dengan melindungi dan memberikan kebebasan kepada ‘kaum minoritas’ adalah membiarkan kesesatan dan kejahatan mereka serta penistaan terhadap agama Islam yang mereka lakukan, maka yang demikian ini tentu harus diluruskan. Karena secara hukum bernegara pun semua sepakat untuk membela kebenaran dan menghancurkan kebatilan atau kezaliman. Tindakan penistaan terhadap agamapun juga tidak dibenarkan.

Terlebih dalam hukum agama, maka akan didapati di sana hukum tentang penjagaan akal sehingga diharamkanlah khamer, penjagaan harta sehingga ditetapkan hukum potong tangan bagi pencuri, hukum penjagaan jiwa sehingga ada di dalamnya hukum balas bunuh atau qishash, hukum penjagaan keturunan sehingga diadakan hukum rajam atau hukum cambuk bagi pezina, dan hukum bunuh bagi yang keluar dari agama Islam atau bagi yang melakukan perbuatan tertentu yang mengharuskannya dibunuh atau diperangi.

Pada kesempatan kali ini akan kita simak sebagian sikap dari para Salaf dan sikap al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah dalam menyikapi kelompok ‘minoritas’ (baca: sekte sesat dan menyimpang, bahkan sekte yang telah dikafirkan oleh para ulama seperti Syiah).

Lagi

Islam Mengatur Manusia Demi Kebaikan dan Maslahat Manusia Sendiri

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Mungkin terbersit pada sebagian benak bahwa aturan yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia, yaitu aturan syari’at Islam, adalah untuk memberikan keuntungan dan menambah kekayaan Allah Ta’ala. Padahal tidak demikian halnya. Allah Ta’ala tidak butuh kepada amalan kita, tidak butuh kepada shalat, puasa, dan bahkan syahadat kita. Allah Ta’ala tidak butuh kepada alam ini, akan tetapi alam ini – termasuk manusia – yang sangat butuh kepada penjagaan dan perhatian dari Allah. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Ali Imran: 97)

Lagi

Dalil dari al-Qur’an bahwa Iman Bisa Naik dan Turun

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Pada beberapa pembahasan terdahulu telah kita ketahui bahwasanya iman bisa bertambah dan berkurang dan yang menjadi kewajiban bagi kita adalah menjaga iman agar tetap terjaga dan tidak berkurang, apalagi menjadi hilang. Bahkan kita dianjurkan untuk semakin meningkatkan iman kita dengan melakukan berbagai amalan saleh.

Pada kesempatan kali ini akan kita simak bersama dalil-dalil dari al-Qur’an bahwa iman bisa bertambah dan berkurang, bahkan bisa hilang sehingga pelakunya menjadi murtad.

  Lagi

Iman Tidak Terpengaruh oleh Perbuatan Maksiat ?

Tinggalkan komentar

Beberapa bulan yang lalu negeri ini digoncang dengan rencana kedatangan seorang penyanyi ‘kelas internasional’ yang selalu tampil dengan mengumbar auratnya di setiap pentasnya. Padahal sebagian negara kafir menolak kedatangannya karena akan menimbulkan dampak buruk bagi para pemuda dan pemudi. Namun sangat ironis di negeri ini, negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Ia malah mendapatkan dukungan dan pembelaan dari beberapa tokoh dan sejumlah kalangan agar bisa pentas di Indonesia.

Dan belumlah lama berselang telah terlaksana dengan suksesnya suatu pentas mengumbar aurat kelas internasional yang dikemas dengan kata-kata dan nama yang menarik dan menggiurkan, tidak lain adalah ‘miss …’. Sehingga kesuksesan acara tersebut semakin menambah jelas upaya orang-orang kafir dan munafik untuk melemahkan iman kaum muslimin yang sekaligus pula melemahkan negeri ini. Sungguh sangat dan sangat ironisnya.

Di antara pembelaan dan dukungan untuk kedatangan seorang biduan kelas internasional itu muncul dari seorang tokoh agama yang mengatakan: “Iman tidak terpengaruh oleh maksiat. Walaupun ada 1000 seperti dia yang datang ke Indonesia maka iman ‘wargaku’ tidak akan goyah.” Demikian kurang lebihnya pernyataannya. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita dan dia, dan seluruh kaum muslimin. Amin.

Juga sangat menyedihkan pula adanya pernyataan yang senada  yang muncul dari seorang penyanyi yang cukup sering didengar oleh banyak telinga. Ia berang ketika si ‘penyanyi internasional’  itu dilarang tampil di Indonesia lalu menyatakan perkataan yang semakna dengan si tokoh di atas. Ia merasa sakit ketika kaum muslimin berupaya mempertahankan dan menjaga imannya, salah satunya dengan meminimalisir kemungkaran dan tindakan mengumbar aurat, yaitu dengan menolak kedatangan dan pentasnya.

Demikianlah nasib kaum muslimin di negeri ini. Iman mereka tidak lagi mendapatkan perlindungan dan perhatian dari para tokohnya, yang ada malah upaya untuk semakin melemahkan iman mereka. Tidak ada yang ‘berani pasang dada’ untuk melindungi iman kaum muslimin. Yang ada malah ‘pasang dada’ untuk membela Ahmadiyah dan Syi’ah yang jelas-jelas bukan dari golongan kaum muslimin, laa haulaa wa laa quwwata illa billah.  Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuataan dan kekokohan iman kaum muslimin di negeri ini. Amin.

Lagi

Older Entries