Akhiran yang Mengenaskan

Tinggalkan komentar

Suatu keadaan yang mengenaskan, menyesakkan, dan memilukan yang dialami oleh pasukan Abrahah, pasukan bergajah yang ia pimpin untuk menghancuran Ka’bah al-Musyarrafah (yang dimuliakan).

Padahal mereka berangkat dari Yaman dengan jumlah pasukan yang sangat banyak sekali agar tidak ada yang bisa menghalangi mereka dalam perjalanan menuju Makkah. Jumlah pasukan yang sedemikian besar yang dipimpin oleh Abrahah itu membuat ciut nyali sebagian bangsa Arab. Akan tetapi sebesar apapun dan sebanyak apapun tetaplah tidak akan mampu melawan kekuatan Allah Ta’ala yang Mahakuat, Mahaperkasa, Mahamencipta. Ia Dzat Yang Mahamengetahui lagi Mahabesar. Ia Mahakuasa, tidak ada yang bisa mengalahkan atau membuat-Nya lemah.

Lagi

SEBAGIAN PELAJARAN DARI SURAT AL-FIIL

Tinggalkan komentar

Al-Qur’an dijadikan oleh Allah Ta’ala sebagai kitab yang sempurna dan terjaga. Banyak kandungan pelajaran yang akan bisa dipetik dan dirasakan bagi orang-orang yang berakal saja. Adapun bagi mereka yang telah terkotori akalnya oleh sekian banyak pemikiran ‘najis’ dan menyimpang, al-Qur’an hanya akan dianggap seperti dongengan masa lalu, tidak ada realitanya atau tidak sesuai dengan realita yang ada.

Semua kisah yang ada dalam al-Qur’an benar adanya. Hanya saja detail dari peristiwa itu – seperti nama orang atau nama tempat – tidak disebutkan karena yang menjadi tujuan utama adalah pelajaran dan ibrah di baliknya. Wallahu a’lam.

Di antara kisah tentang peristiwa yang sangat bersejarah adalah kisah tentara bergajah yang Allah Ta’ala abadikan dalam surat al-Fiil. Tentang pasukan bergajah itu sendiri telah dimaklumi oleh semua kaum muslimin, yaitu pasukan Abrahah yang hendak menyerang dan menghancurkan Ka’bah. Kisah ini telah masyhur di tengah-tengah kaum muslimin.

Lagi

Tahun Kesedihan (‘Aamul Huzn)

2 Komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Sejarah perjalan hidup nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengandung sekian banyak pelajaran yang tidak akan mungkin bisa dimuat dalam satu buku sekaligus. Karena perjalanan hidup beliau pada hakikatnya adalah praktik terapan dari ajaran Islam yang beliau dakwahkan. Sehingga tidak mungkin bisa menggambarkan betapa indah dan betapa sempurnanya kisah perjalanan hidup beliau dalam satu tulisan saja atau dalam satu buku saja atau dalam satu majelis saja.

Butuh kepada rangkaian pembahasan yang panjang dan kesabaran yang pula untuk bisa mereguk manis, segar, dan kelezatan serta kelembutan Islam melalui sejarah perjalanan hidup beliau. Betapa indahnya Islam yang beliau bawa, betapa adilnya Islam yang beliau dakwahkan, dan betapa mulianya Islam yang beliau ajarkan.

Lagi

Apa dan Siapa Sunni Itu …? (2)

2 Komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Pada pembahasan yang lalu (Apa dan Siapa Sunni 1) telah kita ketahui asal usul kata sunni dan makna sunnah secara bahasa. Dan biasanya ada keterkaitan antara makna suatu kata menurut bahasa dan menurut syari’at. Wallahu a’lam.

Sekarang kita akan mengenal makna dari kata sunnah yang digunakan dalam istilah syari’at Islam. Sebenarnya telah kita bahas dalam tulisan berjudul “Yang ‘Sunnah’ Ditinggalkan ?”

makna kata sunnah dalam istilah syari’at.

Telah kita sampaikan pula akibat dari salah memahami atau kurang memahami dengan baik suatu istilah akan menimbulkan kerancuan, salah kaprah, bahkan perselisihan dan perpecahan. Di antara kerancuan dan salah kaprah yang terjadi adalah sebagian besar dari ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ditinggalkan dan diasingkan karena hanya ‘sunnah’ saja, bukan wajib. Padahal kata ‘sunnah’ dalam istilah syari’at memiliki beberapa definisi sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Tidak mengapa untuk kita ulang sebagiannya karena sangat penting agar menjadi pengingat dan peringatan bagi kita semua, kaum muslimin dimana saja berada.

فذكر فإن الذكر تنفع المؤمنين

Maka ingatkanlah, karena sesungguhnya peringatan itu akan memberikan manfaat bagi kaum mukminin.

Berikut adalah pernyataan yang kami kopikan dari tulisan kami berjudul “Yang ‘Sunnah’ Ditinggalkan ?”

Lagi

Memperingatkan Umat dari Kejahatan Syi’ah Rafidhah (Peringatan dari al-Imam asy-Syafii dan Abu Hanifah rahimahumallah)

1 Komentar

Di antara prinsip yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah memperingatkan umat dari sekte sesat agar tidak diikuti. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Khawarij:

إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا أَوْ فِي عَقِبِ هَذَا قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنْ الرَّمِيَّةِ يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الْأَوْثَانِ لَئِنْ أَنَا أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ

Sesungguhnya akan keluar dari keturunan orang ini suatu kaum yang membaca al-Qur’an namun tidak melebihi kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama ini sebagaimana anak panah menembus buruannya. Mereka memerangi pemeluk Islam dan membiarkan para penganut berhala. Jika aku menjumpai mereka pasti aku akan perang mereka sebagaimana dimusnahkannya kaum ‘Ad (yaitu dihabisi hingga ke akar-akarnya-pen). HR. Al-Bukhari dan Muslim.

Lagi

Faedah dari Memberikan Pembelaan kepada Para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam

Tinggalkan komentar

Rentetan majelis tentang para sahabat telah kita telaah bersama, meskipun masih menyisakan banyak sekali ayat dan hadits serta pernyataan para imam tentang keutamaan dan kedudukan  para sahabat yang tinggi dalam Islam dan di tengah kaum muslimin. Hanya saja sebagian kecil dari apa yang kita paparkan semoga bisa memberikan pencerahan dan pemahaman yang benar bagi seluruh kaum muslimin. Serta bisa membantu mereka dalam mengenali akidah dan keyakinan tentang para sahabat.

Mungkin ada yang bertanya-tanya apa faedah dari membahas dan menjelaskan kedudukan para sahabat? Dan bahkan memberikan pembelaan sedemikian rupa?

Sebenarnya untuk menjawabnya telah tersirat dari ayat, hadits, maupun pernyataan para imam yang telah kita telaah bersama.

Berikut adalah sebagian faedah yang sekaligus alasan kita memberikan pembelaan sedemikian rupa kepada para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wa radhiyallahu ‘anhum ajma’in:

Lagi

Keutamaan Para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Hadits dan Ancaman serta Celaan bagi Para Pencela

4 Komentar

Sebagaimana telah kita janjikan pada majelis terdahulu maka pada majelis ini akan kita telaah sebagian hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kedudukan para sahabat, sehingga akan bertambah terang di hadapan kita kedudukan mereka yang sedemikian mulianya. Dengan demikian menjadi terang pula bahwa kaum muslimin memiliki teladan sejati yang layak dan bahkan sudah seharusnya untuk dijadikan teladan bagi mereka dalam menerapkan agama ini, sekaligus dalam menjalani hidup agar mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat.

Para ulama telah menulis dan menjelaskan kedudukan mereka dengan mengumpulkan hadits-hadits tentang para sahabat. Di antaranya adalah al-Imam Ahmad bin Hambal secara khusus membuat kitab berjudul Fadhail ash-Shahabah, al-Imam al-Bukhari membuat judul bab:

بَاب فَضَائِلِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ رَآهُ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَهُوَ مِنْ أَصْحَابِهِ

Bab: Keutamaan Sahabat-sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan orang yang sempat melihat Nabi shallallahu ‘alaihi atau melihat beliau dari kalangan kaum muslimin maka termasuk dari kalangan sahabat beliau.

al-Imam Muslim bin Hajjaj dalam kitab shahih Muslim mengumpulkan secara khusus hadits-hadits tentang para shahabat yang kemudian diberi judul oleh al-Imam an-Nawawi dengan judul Fadhail ash-Shahabah, al-Imam ad-Daraquthni dengan kitab karyanya berjudul Fadhail ash-Shahabah, Abu Nu’aim al-Ashbahani dengan kitab karyanya berjudul Fadhail al-Khulafa’ ar-Rasyidin, dalam kitab-kitab sunan juga dibawakan sejumlah bab tentang para sahabat, dan lain-lainnya. Belum lagi penjelasan para ulama yang tersebar dalam kitab-kitab akidah dan mushtalah hadits serta lainnya.

Lagi

Kedudukan nan Mulia bagi Para Sahabat radhiyallahu ‘anhum dalam al-Qur’an

1 Komentar

Pada majelis ini kita masih membahas  para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedudukan mereka yang sedemikian tinggi wajib untuk kita akui dan kita yakini, lalu kita sebarkan di tengah kaum muslimin agar mereka mengenal siapa teladan sejati bagi mereka. Selain pula untuk meluruskan apa yang telah keliru dipandang oleh sebagian awam kaum muslimin.

Pada majelis kita akan melihat sebagian ayat al-Qur’an yang menjelaskan kedudukan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Kemudian akan kita bawakan beberapa kesimpulan dari tiap-tiap  ayat berikut:

Lagi

Perang dan Perselisihan yang Terjadi sesama Sahabat radhiyallahu ‘anhum

Tinggalkan komentar

Pada majlis kali ini kita masih membahas para sahabat Nabi shallallahu ‘aliahi wa sallam dikarenakan sangat pentingnya permasalahan ini dan banyaknya syubhat dan kerancuan yang ditujukan untuk menurunkan kredibilitas para sahabat, bahkan untuk menghilangkan sama sekali kedudukan para sahabat di dalam hati kaum muslimin. Dengan demikian mereka akan mendapatkan peluang yang besar untuk meng-update agama ini mengikuti pola pikir dan hawa nafsunya. Lalu kaum muslimin akan sangat mudah untuk digiring menjauhi ajaran Islam yang suci, indah, dan penuh rahmat serta kedamaian ini. Atau akan tergambarkan di hadapan sebagian kalangan yang bodoh dan orang-orang kafir gambaran dan aroma Islam yang tidak sedap.

Oleh karena itu kita masih membahas tentang para sahabat terlebih telah banyak kalangan awam yang tanpa sadar terbawa arus syubhat itu. Juga sebagai salah satu upaya kita mengikuti tuntunan Allah Ta’ala dan agar tidak termasuk orang yang mengingkari nikmat-Nya, yaitu keberadaan para sahabat yang mulia, radhiyallahu‘anhum wa radhu ‘anhu:

إِنَّ الله يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ الله لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ

Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. (QS. al-Hajj:38)

Lagi

Membersihkan Lisan dari Mencela Para Sahabat radhiyallahu ‘anhum

1 Komentar

Allah subhanahu wa ta’ala Memilih Pilihan-Nya

Allah subhanahu wa ta’ala adalah Dzat Yang Mahaberkehendak. Allah juga memilih sesuatu sesuai dengan kehendak dan hikmah-Nya. Dari sekian banyak makhluk yang Allah Ta’ala pilih untuk mengemban risalah terakhir dan sekaligus sebagai penutup para nabi adalah seorang dari bangsa Arab. Demikian pula Allah memilih Jibril sebagai penyampai wahyu kepada Nabi-Nya yang terakhir itu. Kemudian Allah ‘azza wa jalla memilihkan untuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam orang-orang terbaik setelah para nabi untuk menemani beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mendakwahkan Islam. Kemudian Allah Ta’ala menjadikan orang-orang terbaik itu sebagai generasi pertama yang melanjutkan dakwah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu mendakwahkan Islam kepada seluruh umat manusia dan kepada seluruh suku bangsa. Mereka adalah para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anum.

Allah Ta’ala berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمْ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ الله وَتَعَالى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). (QS. al-Qashash: 68)

Lagi

Older Entries