Ibnu Katsir: Larangan Tasyabbuh dengan Orang Kafir

Tinggalkan komentar

Al-Hafizh Abul Fida’ Ibnu Katsir dalam Tafsir beliau (1/373-374):

Intinya: Allah melarang kaum mukminin dari menyerupai (bertasyabbuh) orang-orang kafir baik dalam ucapan atau perbuatan. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوا وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Nabi Muhammad): “Raa’ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah.” Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.” (QS. Al-Baqarah: 104) Lagi

As-Suyuthi: Larangan tasyabbuh (menyerupai) orang kafir

Tinggalkan komentar

Tidak sepantasnya seorang muslim untuk bertasyabuh (menyerupai) orang-orang kafir dalam perkara hari-hari raya mereka itu. Juga tidak boleh menyepakati mereka di atas hal itu.

Allah berfirman kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam: Lagi

Imam As-Suyuthi: Larangan dari Perayaan yang disebut Malam Tahun Baru Masehi

1 Komentar

Di antara yang dilakukan banyak manusia pada musim dingin, dan mereka menganggap saat itu dilahirkan Isa ‘alaihis salam. Maka semua yang dilakukan pada malam-malam ini termasuk kemungkaran, seperti: menyalakan api, membuat makanan khusus perayaan, membeli lilin dan lainnya[1] untuk perayaan. Lagi