Faedah dari Memberikan Pembelaan kepada Para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam

Tinggalkan komentar

Rentetan majelis tentang para sahabat telah kita telaah bersama, meskipun masih menyisakan banyak sekali ayat dan hadits serta pernyataan para imam tentang keutamaan dan kedudukan  para sahabat yang tinggi dalam Islam dan di tengah kaum muslimin. Hanya saja sebagian kecil dari apa yang kita paparkan semoga bisa memberikan pencerahan dan pemahaman yang benar bagi seluruh kaum muslimin. Serta bisa membantu mereka dalam mengenali akidah dan keyakinan tentang para sahabat.

Mungkin ada yang bertanya-tanya apa faedah dari membahas dan menjelaskan kedudukan para sahabat? Dan bahkan memberikan pembelaan sedemikian rupa?

Sebenarnya untuk menjawabnya telah tersirat dari ayat, hadits, maupun pernyataan para imam yang telah kita telaah bersama.

Berikut adalah sebagian faedah yang sekaligus alasan kita memberikan pembelaan sedemikian rupa kepada para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wa radhiyallahu ‘anhum ajma’in:

Lagi

Iklan

Sahabat Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam dalam Pandangan Para Imam Kaum Muslimin

Tinggalkan komentar

Segala puji bagi Allah Ta’ala sehingga pada bulan penuh berkah ini bisa kita bawakan Insya Allah beberapa pernyataan para imam kaum muslimin terkait dengan kemuliaan dan keutamaan para sahabat. Dan akan kita simak pula insya Allah pernyataan mereka tentang orang yang mencela walaupun hanya satu orang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebelum menyampaikan pernyataan mereka terlebih dahulu akan kita ketahui definisi sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

  Lagi

Keutamaan Para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Hadits dan Ancaman serta Celaan bagi Para Pencela

4 Komentar

Sebagaimana telah kita janjikan pada majelis terdahulu maka pada majelis ini akan kita telaah sebagian hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kedudukan para sahabat, sehingga akan bertambah terang di hadapan kita kedudukan mereka yang sedemikian mulianya. Dengan demikian menjadi terang pula bahwa kaum muslimin memiliki teladan sejati yang layak dan bahkan sudah seharusnya untuk dijadikan teladan bagi mereka dalam menerapkan agama ini, sekaligus dalam menjalani hidup agar mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat.

Para ulama telah menulis dan menjelaskan kedudukan mereka dengan mengumpulkan hadits-hadits tentang para sahabat. Di antaranya adalah al-Imam Ahmad bin Hambal secara khusus membuat kitab berjudul Fadhail ash-Shahabah, al-Imam al-Bukhari membuat judul bab:

بَاب فَضَائِلِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ رَآهُ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَهُوَ مِنْ أَصْحَابِهِ

Bab: Keutamaan Sahabat-sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan orang yang sempat melihat Nabi shallallahu ‘alaihi atau melihat beliau dari kalangan kaum muslimin maka termasuk dari kalangan sahabat beliau.

al-Imam Muslim bin Hajjaj dalam kitab shahih Muslim mengumpulkan secara khusus hadits-hadits tentang para shahabat yang kemudian diberi judul oleh al-Imam an-Nawawi dengan judul Fadhail ash-Shahabah, al-Imam ad-Daraquthni dengan kitab karyanya berjudul Fadhail ash-Shahabah, Abu Nu’aim al-Ashbahani dengan kitab karyanya berjudul Fadhail al-Khulafa’ ar-Rasyidin, dalam kitab-kitab sunan juga dibawakan sejumlah bab tentang para sahabat, dan lain-lainnya. Belum lagi penjelasan para ulama yang tersebar dalam kitab-kitab akidah dan mushtalah hadits serta lainnya.

Lagi

Perang dan Perselisihan yang Terjadi sesama Sahabat radhiyallahu ‘anhum

Tinggalkan komentar

Pada majlis kali ini kita masih membahas para sahabat Nabi shallallahu ‘aliahi wa sallam dikarenakan sangat pentingnya permasalahan ini dan banyaknya syubhat dan kerancuan yang ditujukan untuk menurunkan kredibilitas para sahabat, bahkan untuk menghilangkan sama sekali kedudukan para sahabat di dalam hati kaum muslimin. Dengan demikian mereka akan mendapatkan peluang yang besar untuk meng-update agama ini mengikuti pola pikir dan hawa nafsunya. Lalu kaum muslimin akan sangat mudah untuk digiring menjauhi ajaran Islam yang suci, indah, dan penuh rahmat serta kedamaian ini. Atau akan tergambarkan di hadapan sebagian kalangan yang bodoh dan orang-orang kafir gambaran dan aroma Islam yang tidak sedap.

Oleh karena itu kita masih membahas tentang para sahabat terlebih telah banyak kalangan awam yang tanpa sadar terbawa arus syubhat itu. Juga sebagai salah satu upaya kita mengikuti tuntunan Allah Ta’ala dan agar tidak termasuk orang yang mengingkari nikmat-Nya, yaitu keberadaan para sahabat yang mulia, radhiyallahu‘anhum wa radhu ‘anhu:

إِنَّ الله يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ الله لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ

Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. (QS. al-Hajj:38)

Lagi

Membersihkan Lisan dari Mencela Para Sahabat radhiyallahu ‘anhum

1 Komentar

Allah subhanahu wa ta’ala Memilih Pilihan-Nya

Allah subhanahu wa ta’ala adalah Dzat Yang Mahaberkehendak. Allah juga memilih sesuatu sesuai dengan kehendak dan hikmah-Nya. Dari sekian banyak makhluk yang Allah Ta’ala pilih untuk mengemban risalah terakhir dan sekaligus sebagai penutup para nabi adalah seorang dari bangsa Arab. Demikian pula Allah memilih Jibril sebagai penyampai wahyu kepada Nabi-Nya yang terakhir itu. Kemudian Allah ‘azza wa jalla memilihkan untuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam orang-orang terbaik setelah para nabi untuk menemani beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mendakwahkan Islam. Kemudian Allah Ta’ala menjadikan orang-orang terbaik itu sebagai generasi pertama yang melanjutkan dakwah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu mendakwahkan Islam kepada seluruh umat manusia dan kepada seluruh suku bangsa. Mereka adalah para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anum.

Allah Ta’ala berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمْ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ الله وَتَعَالى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). (QS. al-Qashash: 68)

Lagi

Menimba Ilmu dari Sembarang Orang dan Asal Comot…??

2 Komentar

Menimba Ilmu dari Sembarang Orang dan Asal Comot…??

Mencari ilmu agama adalah perintah dari Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula dengan teladan dari para Salaf, dari kalangan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga para ulama yang hidup di masa sekarang. Tentunya demikian pula dengan teladan dari al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah. Beliau adalah salah seorang dari sekian banyak orang yang sangat getol untuk menuntut ilmu agama.

Dalam judul kali ini kita akan bawakan pernyataan al-Imam asy-Syafi’i yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’[1] tentang orang yang mengambil ilmu dari sembarang orang dan asal comot, tanpa memerhatikan dari mana dan dari siapa ia mengambilnya:

Lagi

Peran Ibunda al-Imam asy-Syafii dalam Pendidikan Putranya

1 Komentar

Allah subhanahu adalah Dzat Yang Maha Berkehendak. Rahmat-Nya juga sangat luas dan pasti akan sampai kepada siapa saja yang Ia kehendaki untuk dirahmatiNya.

Salah satu karunia besar yang diberikan kepada al-Imam asy-Syafi’i adalah ibundanya yang sangat paham akan pentingnya mencari ilmu (agama). Sehingga meskipun hidup sebagai anak yatim dan ibundanya tidak memiliki harta, jadilah Muhammad bin Idris menjadi al-Imam asy-Syafi’i yang kita kenal hingga sekarang sebagai salah seorang imam besar. Lagi

Older Entries