ISLAM AGAMA UNIVERSAL

Tinggalkan komentar

Telah dimaklumi bersama bahwa Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad n. Sebagai utusan Allah Ta’ala beliau mengemban amanat untuk mendakwahkan agama-Nya, yaitu Islam kepada seluruh kalangan manusia, tidak memandang suku, ras, keturunan, dan batas wilayah. Dalam ayat di bawah ini Allah Ta’ala memberikan perintah kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam:

قل ياأيها الناس إني رسول الله إليكم جميعا

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. (QS. Al-A’raf: 158)

Lagi

Iklan

APA DAN SIAPA SUNNI ITU …? (3)

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Pembahasan Keempat

                Segala puji bagi Allah yang hanya dengan izin dan taufik-Nya pembahasan demi pembahasan yang telah direncanakan pada tulisan ‘Apa dan Siapa Sunni … (1)’ telah kita simak hingga pembahasan ketiga. Sekarang kita akan membahas pembahasan keempat, yaitu bertema “Sudahkah kita menjadi sunni yang sebenarnya atau hanya mengaku dengan lisan tetapi ‘jauh panggang dari api’?”

Lagi

Celaan Mengangkat & Memilih Orang Kafir

2 Komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Pada kesempatan kali ini akan kita simak bersama penuturan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari terkait dengan pengangkatan/penunjukan/pemilihan orang non-muslim sebagai orang kepercayaan, entah sebagai kepala negara atau wakilnya, atau wakil kepala daerah, sebagai guru, sebagai sekretaris, teman dekat, atau selainnya. Ibnu Hajar membawakan riwayat dari jalur ‘Iyadh al-Asy’ari dari Abu Musa:

أَنَّهُ اِسْتَكْتَبَ نَصْرَانِيًّا فَانْتَهَرَهُ عُمَر ” وَقَرَأَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُود وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء } الْآيَة . فَقَالَ أَبُو مُوسَى ” وَاَللَّه مَا تَوَلَّيْته وَإِنَّمَا كَانَ يَكْتُب ” فَقَالَ : ” أَمَا وَجَدْت فِي أَهْل الْإِسْلَام مَنْ يَكْتُب لَا تُدْنِهِمْ إِذْ أَقْصَاهُمْ اللَّه ، وَلَا تَأْتَمِنهُمْ إِذْ خَوَّنَهُمْ اللَّه ، وَلَا تُعِزَّهُمْ بَعْدَ أَنْ أَذَلَّهُمْ اللَّه

Bahwasanya ia (Abu Musa al-Asy’ari) menunjukkan seorang beragama Nasrani sebagai juru tulis. Lalu Umar menghardiknya dan membacakan ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُود وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu). (QS. al-Maidah: 51)

Kemudian Abu Musa menjawab: Demi Allah, aku tidak mengangkatnya sebagai pimpinan, ia hanya sekadar menuliskan.

Kemudian Umar menjawab lagi: Apakah kamu tidak mendapati dari kalangan pemeluk agama Islam yang bisa menulis? Janganlah kamu menjadikan mereka sebagai orang dekat padahal Allah telah menjauhkan mereka. Janganlah kamu mempercayai mereka setelah Allah menyatakan mereka sebagai para pengkhianat. Jangan pula engkau memuliakan mereka setelah Allah menghinakan mereka. (Fathul Bari, bab: Yustahab lil Katib an Yakuna Aminan ‘Aaqilan – Dianjurkan Bagi Seorang Juru Tulis Seorang yang Terpercaya dan Seorang yang Cerdas)

Lagi

Samakah Orang Pinter dengan Orang Bodoh?

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Menyamakan orang baik dengan orang jahat tentu suatu penilaian yang tidak waras. Demikian pula menyamakan antara seorang ahli dan pakar dengan orang yang tidak tahu sama sekali adalah metode yang tidak sehat. Lalu bagaimanakah dalam menempuh hidup yang penuh dengan ujian dan fitnah ini?

Pada tema kali ini akan kita simak sebagian kandungan ayat dari surat al-An’am no ayat 122. Allah Ta’ala berfirman:

 أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan apakah orang yang sudah mati Kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. (Qs. al-An’am: 122)

Lagi

Dalil dari as-Sunnah bahwa Iman Bisa Naik dan Turun

2 Komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Sebagian ayat al-Qur’an yang menjelaskan bahwa iman bisa naik dan bisa turun telah kita simak pada pembahasan terdahulu. Dan telah kita sertakan pula sebagian kesimpulan dan faedah penting pada akhir pembahasan tersebut. Pada pembahasan kali ini kita akan simak bersama sebagian hadits yang menjelaskan bahwa iman bisa naik dan bisa turun.

Lagi

Dalil dari al-Qur’an bahwa Iman Bisa Naik dan Turun

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Pada beberapa pembahasan terdahulu telah kita ketahui bahwasanya iman bisa bertambah dan berkurang dan yang menjadi kewajiban bagi kita adalah menjaga iman agar tetap terjaga dan tidak berkurang, apalagi menjadi hilang. Bahkan kita dianjurkan untuk semakin meningkatkan iman kita dengan melakukan berbagai amalan saleh.

Pada kesempatan kali ini akan kita simak bersama dalil-dalil dari al-Qur’an bahwa iman bisa bertambah dan berkurang, bahkan bisa hilang sehingga pelakunya menjadi murtad.

  Lagi

Iman Tidak Terpengaruh oleh Perbuatan Maksiat ?

Tinggalkan komentar

Beberapa bulan yang lalu negeri ini digoncang dengan rencana kedatangan seorang penyanyi ‘kelas internasional’ yang selalu tampil dengan mengumbar auratnya di setiap pentasnya. Padahal sebagian negara kafir menolak kedatangannya karena akan menimbulkan dampak buruk bagi para pemuda dan pemudi. Namun sangat ironis di negeri ini, negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Ia malah mendapatkan dukungan dan pembelaan dari beberapa tokoh dan sejumlah kalangan agar bisa pentas di Indonesia.

Dan belumlah lama berselang telah terlaksana dengan suksesnya suatu pentas mengumbar aurat kelas internasional yang dikemas dengan kata-kata dan nama yang menarik dan menggiurkan, tidak lain adalah ‘miss …’. Sehingga kesuksesan acara tersebut semakin menambah jelas upaya orang-orang kafir dan munafik untuk melemahkan iman kaum muslimin yang sekaligus pula melemahkan negeri ini. Sungguh sangat dan sangat ironisnya.

Di antara pembelaan dan dukungan untuk kedatangan seorang biduan kelas internasional itu muncul dari seorang tokoh agama yang mengatakan: “Iman tidak terpengaruh oleh maksiat. Walaupun ada 1000 seperti dia yang datang ke Indonesia maka iman ‘wargaku’ tidak akan goyah.” Demikian kurang lebihnya pernyataannya. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita dan dia, dan seluruh kaum muslimin. Amin.

Juga sangat menyedihkan pula adanya pernyataan yang senada  yang muncul dari seorang penyanyi yang cukup sering didengar oleh banyak telinga. Ia berang ketika si ‘penyanyi internasional’  itu dilarang tampil di Indonesia lalu menyatakan perkataan yang semakna dengan si tokoh di atas. Ia merasa sakit ketika kaum muslimin berupaya mempertahankan dan menjaga imannya, salah satunya dengan meminimalisir kemungkaran dan tindakan mengumbar aurat, yaitu dengan menolak kedatangan dan pentasnya.

Demikianlah nasib kaum muslimin di negeri ini. Iman mereka tidak lagi mendapatkan perlindungan dan perhatian dari para tokohnya, yang ada malah upaya untuk semakin melemahkan iman mereka. Tidak ada yang ‘berani pasang dada’ untuk melindungi iman kaum muslimin. Yang ada malah ‘pasang dada’ untuk membela Ahmadiyah dan Syi’ah yang jelas-jelas bukan dari golongan kaum muslimin, laa haulaa wa laa quwwata illa billah.  Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuataan dan kekokohan iman kaum muslimin di negeri ini. Amin.

Lagi

Older Entries