Bersabar

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. As-Sajdah: 24)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

لَمَّا كَانُوا صَابِرِينَ عَلَى أَوَامِرِ اللَّهِ وَتَرْكِ نَوَاهِيهِ وَزَوَاجِرِهِ وَتَصْدِيقِ رُسُلِهِ وَاتِّبَاعِهِمْ فِيمَا جَاؤُوهُمْ بِهِ، كَانَ مِنْهُمْ أَئِمَّةٌ يَهْدُونَ إِلَى الْحَقِّ بِأَمْرِ اللَّهِ، وَيَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ، وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ، وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ. ثُمَّ لَمَّا بَدَّلُوا وحَرَّفوا وأوَّلوا، سُلِبُوا ذَلِكَ الْمَقَامَ، وَصَارَتْ قُلُوبُهُمْ قَاسِيَةً، يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ، فَلَا عَمَلَ صَالِحًا، وَلَا اعْتِقَادَ صَحِيحًا؛

“Ketika mereka bersabar berada di atas perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, juga bersabar dalam membenarkan para rasul-Nya serta mengikuti mereka dalam apa yang mereka datangkan, maka di antara mereka terdapat para imam yang mengarahkan kepada al-haq berdasar perintah Allah serta berdakwah kepada kebaikan. Mereka juga memerintahkan yang makruf dan melarang yang mungkar.

            Kemudian ketika mereka mengganti, menyimpang, dan mentakwilnya, maka dihilangkan kedudukan itu dari mereka dan hati mereka menjadi keras. Mereka berani menyimpangkan ayat dari tempatnya yang sebenarnya sehingga tidak ada lagi amalan saleh dan tidak pula keyakinan yang benar.”

Kemudian al-Imam Ibnu Katsir membawakan pernyataan sebagian ulama bahwa dengan kesabaran dan keyakinan kepemimpinan dalam agama akan bisa diraih.

Dari penjelasan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa seorang muslim harus memiliki sifat sabar ketika

  1. Menjalankan perintah Allah Ta’ala, terlebih ketika banyak pihak yang membela kaum minoritas yang sesat (Syiah) dan bahkan memasang dadanya agar yang minoritas ini bisa tetap eksis dan bahkan berkembang. Sehingga keadaan ini menuntut seorang muslim untuk bersabar dalam menjelaskan kepada umat tentang bahaya Syiah. Ditambah lagi dengan model pemikiran dan beragama yang diusung oleh JIN dan JIL. Semoga Allah Ta’ala menyelematkan kita dari keburukan golongan baru ini.
  2. Meninggalkan larangan Allah Ta’ala, terlebih di masa-masa yang kemaksiatan, perilaku umbar aurat, dan kemesuman banyak dilakukan di sembarang tempat dan di semua media. Semoga Allah Ta’ala menyelamatkan diri kita dari kemasiatan yang telah menyebar sedemikian rupa ini.
  3. Mendapatkan cobaan dari Allah Ta’ala. cobaan dan  ujian pasti akan diberikan oleh Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menguji sejauh mana keimanannya. Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita dalam menghadapi semua ujian dan cobaan.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. al-Baqarah: 155)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. (QS. Muhammad: 31)

Hanyalah dengan sabar dan yakin kepemimpinan dalam agama akan bisa diraih.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kepada kita pemimpin-pemimpin yang menjalankan petunjuk-petunjuk Allah Ta’ala dalam memimpin negeri ini. Amin.