Islam Mengatur Manusia Demi Kebaikan dan Maslahat Manusia Sendiri

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Mungkin terbersit pada sebagian benak bahwa aturan yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia, yaitu aturan syari’at Islam, adalah untuk memberikan keuntungan dan menambah kekayaan Allah Ta’ala. Padahal tidak demikian halnya. Allah Ta’ala tidak butuh kepada amalan kita, tidak butuh kepada shalat, puasa, dan bahkan syahadat kita. Allah Ta’ala tidak butuh kepada alam ini, akan tetapi alam ini – termasuk manusia – yang sangat butuh kepada penjagaan dan perhatian dari Allah. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Ali Imran: 97)

Lagi

Iklan

Syafiiyah: Wajib Mengikuti madzhab salaf, Tidak boleh menyelisihinya

Tinggalkan komentar

Para ulama ahlussunnah wal jamaah, apapun madzhab fiqih yang mereka tempuh dalam jenjang berusaha mempelajari dan memahami ahkam syariat, tetap mengikuti madzhab salaf. Begitu juga dengan para ulama madzhab syafiiyah yang memang berada di atas manhaj ahlussunnah wal jamaah. Beda dengan orang-orang yang mengaku bermadzhab syafii, tetapi mereka beragama dengan berlandaskan ilmu kalam mantiq dan pemahaman tasawwuf sufi. Banyak ucapan para ulama syafiiyah yang mengajak untuk mengikuti madzhab salaf dan mewajibkannya. Demikian ini akan kami bawakan perkataan-perkataan para ulama syafiiyah tentang wajibnya mengikuti madzhab salaf (salafiy).
Perkataan para ulama syafiiyah

Lagi

Para Khalifah sebelum Al-Makmun Dulu Bermanhaj Salaf

Tinggalkan komentar

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah dalam Al-Bidayah Wan Nihayah (10/360) berkata:
ملخص الفتنة والمحنة من كلام أئمة السنة قد ذكرنا فيما تقدم أن المأمون كان قد استحوذ عليه جماعة من المعتزلة فأزاغوه عن طريق الحق إلى الباطل، وزينوا له القول بخلق القرآن ونفي الصفات عن الله عزوجل.

قال البيهقي: ولم يكن في الخلفاء قبله من بني أمية وبني العباس خليفة إلا على مذهب السلف ومنهاجهم، فلما ولي هو الخلافة اجتمع به هؤلاء فحملوه على ذلك وزينوا له،
“Kesimpulan fitnah dan ujian dari para imam as-sunnah telah kami sebutkan pada yang telah lalu bahwa Khalifah Al-Makmun telah dikuasai oleh sekumpulan mu’tazilah dan mereka menyimpangkannya dari jalan yang benar kepada yang bathil. Mereka menghiasi pendapat ‘Al-Qur’an Makhluk’ baginya dan pendapat untuk menolak sifat-sifat dari Allah ‘azza wa jalla.

Lagi

Madzhab Salaf menurut Syafiiyah

Tinggalkan komentar

Mungkin sudah sangat sering kita mendengar kata salaf atau salafiyah atau manhaj salaf atau madzhab salaf. Kalau kita memperhatikan betapa banyak pendapat orang tentang salaf.
Ada yang mengatakan bahwa salaf adalah madzhab baru dalam agama (bid’ah) dan harom mengikutinya. Ini adalah pendapat yang salah.
Ada yang mengatakan bahwa salaf hanyalah generasi yang telah lewat dan tak ada kaitannya dengan cara memahami agama yang benar. Ini juga salah.
Ada yang mengatakan bahwa salaf adalah orang-orang ekstrim teroris khowarij yang suka membuat keonaran, pengrusakan, mengacaukan keamanan dan membunuh kaum muslimin dan orang kafir yang secara syariat tidak boleh dibunuh. Ini juga salah.
Ada lagi yang mengatakan bahwa salafiyah adalah taqlid kepada para tokoh pendahulu mereka, tanpa mengembalikan pemahaman agama kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shohihah dengan pemahaman yang benar. Ini juga salah. Ini semua adalah ucapan yang tidak didasari dengan ilmu, tapi hanya dugaan. Ini dilarang oleh Allah.

Lagi