Imam Suyuthi & ilmu kalam manthiq

Tinggalkan komentar

Al-Imam As-Suyuthi berkata dalam Husnul Muhadhoroh 1/339:
وقد كنت في مبادئ الطلب قرأت شيئًا في المنطق، ثم ألقى الله كراهته في قلبي، وسمعت ابن الصلاح أفتى بتحريمه فتركته لذلك فعوضني الله تعالى عنه علم الحديث الذي هو أشرف العلوم.
“Dulu pada awal menuntut ilmu, aku mempelajari sedikit ilmu mathiq, kemudian Allah menaruh kebencian terhadapnya di dalam hatiku dan aku mendengar Ibnush Sholah berfatwa tentang haromnya ilmu kalam, oleh karena itu Allah memberikan ganti untukku dengan ilmu hadits yang merupakan ilmu yang paling utama.”

Lagi

Asal-usul Aliran Sufi

Tinggalkan komentar

Mengapa disebut dengan nama itu?  Kata sufi diambil dari sebuah kata yunani ‘Sophia’ yang bermakna kebijaksanaan. Dikatakan juga bahwa sufi adalah sebuah kata yang dihubungan dengan memakai pakaian wol (shuf). Dan perkataan ini adalah yang paling mendekati karena pakaian wol merupakan tanda kezuhudan mereka (yaitu melepaskan diri dan menjauh dari kehidupan dunia). Dikatakan bahwa hal ini dilakukan untuk meneladani ‘Isa bin Maryam ‘alaihis-salaam.

Muhammad bin Siriin [seorang tabiin terkenal yang meninggal pada tahun 110 H] disampaikan kepada dia bahwa orang tertentu memakai pakaian wol untuk meneladani ‘Isa bin Maryam, maka dia berkata:
إن قوما يتخيرون لباس الصوف يقولون إنهم يتشبهون بالمسيح بن مريم ، وهدي نبينا أحب إلينا وكان صلى الله عليه وسلم يلبس القطن وغيره ،
“Ada satu kaum yang memilih dan mengutamakan memakai pakaian wol, mengaku bahwa mereka ingin meneladani Al-Masih bin Maryam. Tetapi jalan Nabi kita lebih kita cintai, dan  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memakai katun dan pakaian lain.”
Lagi

Kebinasaan bagi Ahli Kalam Ahli Manthiq

Tinggalkan komentar

Telah lewat kepada kita artikel tentang hukuman Imam Asy-Syafii terhadap ahli kalam. Dan juga pernyataan beliau dan Imam An-Nawawi yang mengharamkan ilmu kalam. Demikian ini diantara hikmahnya karena ilmu kalam akan membawa seseorang kepada kebinasaan. Agamanya akan hancur dengan ilmu kalam. Dan na’udzu billah dia akan menghadap kepada Allah dalam keadaan ragu dengan agama Islam.

Imam Muslim telah meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu: bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ،  ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
“Celakalah orang-orang yang berdalam-dalam.” (tiga kali)