SIFAT SEORANG MUSLIM 1

Tinggalkan komentar

(Hanya Bersandar kepada Allah Ta’ala Saja)

Fenomena kemunculan JIN (Jemaat Islam NUsantara) yang dimotori oleh Sa’id Aqil Siradj menambah kebingunan di sebagian kaum muslimin. Juga memperparah perpecahaan yang telah ada di tengah kaum muslimin. Persatuan kaum muslimin seakan semakin jauh seiring dengan semakin kaburnya pemahaman Islam di tengah-tengah kaum muslimin.

Banyak pihak yang sangat berharap kaum muslimin bisa bersatu padu untuk menghadapi ancaman serius dari bahaya laten Syiah dan PKI. Juga kemunculan orang-orang kafir yang menghina agama Allah Ta’ala dengan menuliskan lafazh Allah di bawah sandal buatannya, juga penulisan Basmalah di kantong celana jeans.

Akan tetapi ternyata malah muncul satu ‘makhluk’ baru bernama JIN itu – walaupun sudah ada pendahulunya, yaitu JIL (Jaringan Indonesi Liberal, bukan Jaringan Islam Liberal demikian kata sebagian orang-.

            Hanya saja keadaan yang kian parah ini tidak lantas membuat seorang muslim akan menyerah begitu saja lalu mengalir mengikuti arus. Tidak demikian sifat seorang muslim. Bahkan sebaliknya, ia akan semakin yakin dan semakin kuat keimanannya bahwa hanyalah Allah Ta’ala yang bisa menyelamatkan dirinya dan bisa mewujudkan harapannya itu, yaitu bersatunya kaum muslimin dan kemenangan kaum muslimin di hadapan sekian banyak musuh.

Lagi

Iklan

as-Sunnah dalam Pandangan al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah

1 Komentar

Hanyalah semata karena rahmat dari Allah Ta’ala pada kali ini bisa kita bawakan pernyataan-pernyataan al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah terkait dengan sikap yang seharusnya ditempuh dan dipegangi oleh setiap muslim di hadapan ‘sunnah’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

                Pada judul sebelumnya kita telah mengetahui penilaian al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah tentang orang yang menolak ‘sunnah’ atau hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Pada judul kali ini kita akan bawakan pernyataan al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah yang kami nukilkan dari kitab Siyar A’lam an-Nubala’ karya adz-Dzahabi rahimahullah[1], yaitu pernyataan-pernyataan beliau terkait dengan ‘sunnah’ kemudian kita tambahkan beberapa faedah yang penting dari masing-masing perkataan beliau : Lagi

Maka Bersatulah …!!

1 Komentar

Persatuan dan kesatuan adalah suatu yang didambakan oleh banyak pihak. Bahkan juga didengungkan oleh semua bangsa, baik yang muslim maupun yang kafir. Karena dalam persatuan dan kesatuan akan didapatkan di dalamnya ketentraman, kedamaian, dan kebersamaan. Yang kemudian akan berdampak pada kesejahteraan bersama. Dan sebaliknya ketika persatuan dan kesatuan tidak terwujud akan muncul berbagai gesekan. Selanjutnya akan muncul panas dan bisa menjadi api yang berubah menjadi kebakaran yang besar. Lalu harapan hidup damai, tenang, dan sejahtera hanya sekadar angan-angan dan mimpi belaka. Lagi