Islam yang rahmatan lil ‘alamin

Tinggalkan komentar

Memang benar Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Islam bersemangat menyebarkan rahmat kepada seluruh kalangan, karena ia adalah agama yang diperuntukkan bagi seluruh kalangan manusia, tidak mengenal suku bangsa, negara, atau status sosial. Selama mereka adalah manusia tetap mendapatkan kewajiban untuk memeluk agama Islam. Bahkan kalangan jin juga mendapatkan kewajiban ini.

Tidak hanya bagi manusia dan jin, rahmat Islam juga ikut dirasakan oleh bangsa binatang. Inilah keistemawaan Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Keistimewaan agama Islam yang disampaikan dan diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Akan tetapi pemahaman tentang rahmat ini telah dipelintir sedemikian rupa untuk melindungi dan membenarkan kelompok yang sesat bahkan telah dihukumi keluar dari lingkup Islam, yaitu Syiah.

Lagi

Iklan

Dalil dari as-Sunnah bahwa Iman Bisa Naik dan Turun

2 Komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Sebagian ayat al-Qur’an yang menjelaskan bahwa iman bisa naik dan bisa turun telah kita simak pada pembahasan terdahulu. Dan telah kita sertakan pula sebagian kesimpulan dan faedah penting pada akhir pembahasan tersebut. Pada pembahasan kali ini kita akan simak bersama sebagian hadits yang menjelaskan bahwa iman bisa naik dan bisa turun.

Lagi

An-Nawawi tentang shalat raghaib dan shalat nishfusy sya’ban

1 Komentar

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah ditanya tentang shalat raghaib dan shalat nishfusy sya’ban: Apakah dua shalat itu mempunyai dasar?

Beliau menjawab: Segala puji bagi Allah, dua shalat ini tidak pernah dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan tidak pula oleh salah seorang shahabatnya radhiyallahu ‘anhum, juga tidak dilakukan oleh salah seorang dari imam yang empat rahimahumullah, tidak pula diisyaratkan oleh salah seorang dari mereka untuk dilakukan shalat ini. Demikian juga tidak dilakukan oleh seorang ulama yang dijadikan teladan. Namun itu baru muncul pada masa-masa akhir. Melakukan dua shalat itu merupakan bid’ah yang mungkar dan perkara batil yang diada-adakan. Lagi

As-Suyuthi: Siapakah yang Mengadakan Shalat Raghaib Pertama Kali

Tinggalkan komentar

Al-Imam al-Hafizh Abul Khaththab berkata: Yang dituduh membuat shalat raghaib adalah Abdullah bin Juhdham. Ia mengadakan shalat itu berdasar hadits yang semua perawinya tidak dikenal dan belum pernah ditemui dalam semua kitab yang ada.

Asalnya ialah apa yang diceritakan oleh at-Thurthusyi dalam kitabnya, ia berkata: Abu Muhammad al-Maqdisi mengabarkan kepadaku, katanya: Lagi

As-Suyuthi: Hukum Shalat Raghaib pada Bulan Rajab

Tinggalkan komentar

Jenis ini di antaranya banyak tersebar di sebagian besar negara-negara Islam dan kebanyakan dilakukan oleh orang-orang awam. Mengenai shalat raghaib ini, banyak dibuat hadits-hadits yang bukan bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Melalui hadits-hadits dusta bohong ini, orang meyakini sesuatu keyakinan yang tidak ada pada perkara yang diwajibkan Allah, dan dengan hadits-hadits ini terbawa pula berbagai kerusakan dan berlarut-larut dalam hal itu menimbulkan berbagai perbuatan munkar, lalu bertebaranlah bunga-bunga apinya dan tampaklah keburukannya. Diantaranya adalah shalat raghaib yang dilakukan setiap awal jumat pada bulan rajab. Lagi

Ibnu Katsir: Contoh Perhatian Pemerintah Penguasa Kepada Rakyat

Tinggalkan komentar

Ini merupakan sebuah pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam …
Dulu Nabi Yusuf ‘alaihis salam menjadi pengatur (semacam perdana mentri) Kerajaan Mesir. Pada waktu itu Mesir pernah mengalami musim paceklik, kemarau yang panjang, kelaparan ada di mana-mana, bahkan sampai di luar wilayah Mesir. Sebagai seorang pengatur kerajaan beliau mengatur bantuan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan. Lagi