Bismillahirrahmanirrahim

Menyamakan orang baik dengan orang jahat tentu suatu penilaian yang tidak waras. Demikian pula menyamakan antara seorang ahli dan pakar dengan orang yang tidak tahu sama sekali adalah metode yang tidak sehat. Lalu bagaimanakah dalam menempuh hidup yang penuh dengan ujian dan fitnah ini?

Pada tema kali ini akan kita simak sebagian kandungan ayat dari surat al-An’am no ayat 122. Allah Ta’ala berfirman:

 أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan apakah orang yang sudah mati Kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. (Qs. al-An’am: 122)

Lagi

Iklan