Samakah Orang Pinter dengan Orang Bodoh?

Tinggalkan komentar

Bismillahirrahmanirrahim

Menyamakan orang baik dengan orang jahat tentu suatu penilaian yang tidak waras. Demikian pula menyamakan antara seorang ahli dan pakar dengan orang yang tidak tahu sama sekali adalah metode yang tidak sehat. Lalu bagaimanakah dalam menempuh hidup yang penuh dengan ujian dan fitnah ini?

Pada tema kali ini akan kita simak sebagian kandungan ayat dari surat al-An’am no ayat 122. Allah Ta’ala berfirman:

 أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan apakah orang yang sudah mati Kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. (Qs. al-An’am: 122)

Lagi

Iklan

As-Suyuthi: Tidak tertipu dengan banyaknya jumlah orang sesat dan tetap mengikuti pengikut kebenaran meski sedikit

Tinggalkan komentar

Janganlah seseorang memandang banyaknya orang bodoh yang terjatuh dalam sikap menyerupai orang-orang kafir dan para ulama yang lalai dan mencocoki mereka. Telah berkata As-Sayyid Al-Jalil Al-Fudhail bin Iyadh radhiyallahu ‘anhu: “Wajib atas kalian untuk mengikuti jalan petunjuk meskipun sedikit orang yang menempuhnya, dan jauhilah jalan kesesatan meskipun banyak orang-orang yang binasa.” Lagi