Bismillahirrahmanirrahim

Mungkin terbersit pada sebagian benak bahwa aturan yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia, yaitu aturan syari’at Islam, adalah untuk memberikan keuntungan dan menambah kekayaan Allah Ta’ala. Padahal tidak demikian halnya. Allah Ta’ala tidak butuh kepada amalan kita, tidak butuh kepada shalat, puasa, dan bahkan syahadat kita. Allah Ta’ala tidak butuh kepada alam ini, akan tetapi alam ini – termasuk manusia – yang sangat butuh kepada penjagaan dan perhatian dari Allah. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Ali Imran: 97)

Al-Imam an-Nawawi dalam al-Arba’innya mencantumkan hadits qudsi yang diriwayatkan dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari apa yang beliau riwayatkan dari Rabbnya bahwasanya Allah Ta’ala berfirman:

يا عبادي، إني حرمت الظلم على نفسي، وجعلته بينكم محرماً، فلا تظالموا. يا عبادي كلكم ضال إلا من هديته فاستهدوني أهدكم. يا عبادي، كلكم جائع إلا من أطعمته، فاستطعموني أطعمكم. يا عبادي، كلكم عارٍ إلا من كسوته، فاستكسوني أكسكم. يا عبادي إنكم تخطئون بالليل والنهار وأنا أغفر الذنوب جميعاً، فاستغفروني أغفر لكم. يا عبادي، إنكم لن تبلغوا ضري فتضروني، ولن تبلغوا نفعي فتنفعوني. يا عبادي، لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنّكم كانوا على أتقى قلب رجل واحد منكم ما زاد ذلك في ملكي شيئاً. يا عبادي، لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنّكم كانوا على أفجر قلب رجل واحد منكم ما نقص ذلك من ملكي شيئاً. يا عبادي، لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم قاموا في صعيد واحد فسألوني فأعطيت كل واحد مسألته ما نقص ذلك مما عندي إلا كما ينقص المخيَط إذا أُدخل البحر. يا عبادي، إنما هي أعمالكم أحصيها لكم ثم أوفيكم إياها. فمن وجد خيراً فليحمد الله، ومن وجد غير ذلك فلا يلومن إلا نفسه

Wahai para hamba-Ku, Aku telah mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku, dan aku menjadikannya haram sesama kalian oleh karena itu janganlah kalian saling menzhalimi. Wahai hamba-Ku, kalian semua dalam keadaan sesat kecuali yang Aku memberinya petunjuk, maka mintalah kalian hidayah kepada-Ku pasti Aku akan memberikan hidayah kepada kalian. Wahai hamba-Ku kalian semua dalam kelaparan kecuali yang Aku memberinya makan, maka mintalah makan kepada-Ku pasti Aku akan memberi makan kepada kalian. Wahai hamba-Ku, kalian semua telanjang kecuali yang Aku memakaikan pakaian kepadanya, maka mintalah pakaian kepada-Ku pasti Aku akan memberi pakaian kepada kalian. Wahai hamba-Ku, kalian selalu berbuat salah pada siang dan malam sedangkan Aku mengampuni semua dosa, maka mintalah ampunan kepada-Ku pastilah Aku akan mengampunkan untuk kalian.

Kalian tidak akan bisa mendatangkan madharrat kepada-Ku, kalian juga tidak akan bisa memberikan manfaat kepada-Ku.
Wahai hamba-Ku, jika orang pertama kalian dan terakhir kalian, baik dari kalangan jin dan manusia, mereka semua berada di atas ketaatan hati seorang yang paling bertakwa di antara kalian, maka tidaklah itu semua akan menambah pada kekuasaan-Ku sedikit pun. Wahai hamba-Ku, andaikan orang pertama kalian hingga yang terakhir kalian baik dari kalangan manusia dan jin berada di atas kefajiran orang yang paling fajir di antara kalian, maka yang demikian ini tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun.

Wahai hamba-Ku, andaikan orang pertama kalian hingga yang paling akhir baik dari kalangan manusia dan jin, mereka semua berdiri pada satu tanah lapang, lalu masing-masing meminta kepada-Ku dan Aku memberikan kepada masing-masingnya permintaannya maka yang demikian ini tidak akan mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali hanya seperti jarum yang dicelupkan ke dalam laut (seberapa air laut yang menetes atau menempel pada jarum ini?-pen).
Wahai hamba-Ku, itu semua hanyalah amalan kalian yang Aku menghitungnya untuk kalian kemudian Aku akan memenuhi (balasannya) untuk kalian. Sehingga barang siapa yang mendapati kebaikan hendaklah memuji Allah, dan barang siapa yang mendapati selain kebaikan, maka janganlah mencela kecuali (mencela) dirinya sendiri. HR. Muslim.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah Ta’ala, marilah kita baca dengan seksama hadits di atas. Marilah kita cermati untaian hadits qudsi di atas dengan penuh keyakinan, penuh ketundukan, dan kebeningan hati dan fikiran. Maka kita akan mendapati diri kita sebagai makhluk yang serba lemah dan sangat butuh kepada petunjuk dan aturan-Nya dalam menjalani hidup di dunia ini.

Ternyata Allah Ta’ala tidak butuh kepada kita, akan tetapi kita yang sangat butuh kepada-Nya. Kita yang sangat butuh untuk menjalankan syari’at agama-Nya, yaitu Islam agar tercapai kehidupan yang damai dan tentram serta sejahtera baik di dunia maupun di akhirat.

Janganlah merasa lebih pintar dan lebih maju dibanding Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam karena hidup pada masa yang serba canggih, sedangkan Islam muncul pada zaman unta. Tidak ada pada masa itu teropong bintang, tidak ada pada masa itu pesawat antariksa, bahkan sepeda ontel pun juga belum ada.

Hendaklah kita menyadari bahwa manusia pada hakikatnya lemah dan bodoh. Andaikan Allah Ta’ala tidak mengutus para rasul dan tidak menurunkan kitab-kitab-Nya niscaya manusia akan hidup layaknya binatang liar. Yang kuat memakan yang lemah, yang berkuasa akan menindas bawahan dan rakyat jelata.

Akan tetapi semata karena kasih sayang Allah Ta’ala kepada sekalian hamba-Nya maka Ia menurunkan kitab-Nya dan mengutus nabi dan rasul-Nya untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada jalan yang penuh cahaya terang. Sehingga pihak yang lemah bisa mendapatkan haknya dari pihak yang kuat. Dan pihak yang kuat tidak berani lagi untuk berbuat sewenang-wenang dan seenaknya sendiri.

Seharusnya kita memandang syari’at Islam yang dibawa dan disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah demi kebaikan dan maslahat kita.

مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS. al-Maidah:6)

Allah Ta’ala juga berfirman tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.(QS. al-Anbiya’:107)

Demikianlah …
Sehingga semua yang dibawa dan diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjadikan kita bersih dari dosa-dosa, kesempurnaan nikmat, dan sebagai rahmat bagi seluruh alam, termasuk binatang, orang-orang kafir, dan bangsa jin.

Kemudian pada kesempatan yang berbahagia ini, yaitu masih di bulan Syawal maka kami mengucapkan kepada segenap pemerhati blog taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah Ta’ala menerima amalan ibadah kita di bulan Ramadhan dan mempertemukan lagi dengan bulan Ramadhan tahun berikutnya untuk kita memperbaiki apa yang kurang pada bulan Ramadhan kemarin.

Mungkin puasa kita pada bulan Ramadhan kemarin masih dicemari oleh kata-kata kotor, umpatan, atau melihat yang seharusnya tidak dilihat. Mungkin pula shalat kita masih kurang khusu’, bacaan kita masih kurang baik dan kurang ikhlas. Sedekah kita mungkin masih kurang banyak dan kurang ikhlas. Mungkin saja dalam muamalah kita baik terhadap orang tua, kerabat, tetangga, teman dekat, dan semua kaum muslimin masih belum pas dan bahkan mungkin menzhalimi mereka. Semua ini perlu kita koreksi dan instrospek untuk kemudian kita perbaiki

Tidak pula untuk kita mengajak kaum muslimin agar mendoakan saudara-saudara kita kaum muslimin di belahan bumi yang lain yang mereka menderita dan diperangi oleh mereka yang benci kepada Islam baik dari kalangan Yahudi, Nasrani, paganis, ateis, kalangan sekte sesat dan kafir yaitu Syiah Rafidhah, dan sekte-sekte sesat lainnya seperti ISIS. Semoga Allah memberikan jalan keluar dan ketabahan kepada saudara-saudara kita yang terus diperangi dan dibantai. Dan semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari apa yang menimpa mereka.