Para Imam Mengatakan Iman itu Naik Turun

Tinggalkan komentar

Pada judul terdahulu telah kita ketahui bahwa kemaksiatan akan berpengaruh pada iman kita. Sehingga yang menjadi kewajiban bagi kita adalah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjaga iman agar tidak menjadi lemah terlebih menjadi hilang. Pada pembahasan kali ini kita akan melihat pernyataan para imam Ahlusunnah terkhusus dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mereka adalah generasi mukminin pertama serta pernyataan para imam Ahlussunnah setelah mereka.

Selengkapnya

Memperingatkan Umat dari Kejahatan dan Kesesatan Syiah Rafidhah (Peringatan dari al-Imam Malik bin Anas dan al-Imam Ahmad rahimahumallah)

Tinggalkan komentar

Al-Imam Malik bin Anas rahimahullah menjelaskan tentang para pencela sahabat:

Abu Bakar al-Khallal meriwayatkan dalam kitab as-Sunnah:

ذكر عند مالك بن أنس رجلا ينتقص ، فقرأ : بسم الله الرحمن الرحيم ( محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم تراهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا سيماهم في وجوههم من أثر السجود ذلك مثلهم في التوراة ومثلهم في الإنجيل كزرع أخرج شطأه فآزره فاستغلظ فاستوى على سوقه يعجب الزراع ليغيظ بهم الكفار) ، فقال مالك : « من أصبح وفي قلبه غيظ من أصحاب محمد عليه السلام فقد أصابته الآية

“Pernah disampaikan di hadapan (al-Imam) Malik bin Anas seseorang yang mencela (sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi  wa sallam), kemudian al-Imam Malik bin Anas membacakan ayat:

محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم تراهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا سيماهم في وجوههم من أثر السجود ذلك مثلهم في التوراة ومثلهم في الإنجيل كزرع أخرج شطأه فآزره فاستغلظ فاستوى على سوقه يعجب الزراع ليغيظ بهم الكفار

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). (QS. al-Fath: 29)

Kemudian al-Imam Malik berkata: Barang siapa yang ada pada hatinya kedengkian (benci ataupun marah-pen) terhadap para sahabat Muhammad ‘alaihissalam maka ayat ini telah mengenainya.” (as-Sunnah karya al-Khallal no. 765 versi al-Maktabah asy-Syamilah)

Selengkapnya

Memperingatkan Umat dari Kejahatan Syi’ah Rafidhah (Peringatan dari al-Imam asy-Syafii dan Abu Hanifah rahimahumallah)

1 Komentar

Di antara prinsip yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah memperingatkan umat dari sekte sesat agar tidak diikuti. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Khawarij:

إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا أَوْ فِي عَقِبِ هَذَا قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنْ الرَّمِيَّةِ يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الْأَوْثَانِ لَئِنْ أَنَا أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ

Sesungguhnya akan keluar dari keturunan orang ini suatu kaum yang membaca al-Qur’an namun tidak melebihi kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama ini sebagaimana anak panah menembus buruannya. Mereka memerangi pemeluk Islam dan membiarkan para penganut berhala. Jika aku menjumpai mereka pasti aku akan perang mereka sebagaimana dimusnahkannya kaum ‘Ad (yaitu dihabisi hingga ke akar-akarnya-pen). HR. Al-Bukhari dan Muslim.

Selengkapnya

Imam asy-Syafii: Siap Dikritik Dan Mengkritik Yang Benar

1 Komentar

قال الشافعي: أَنْفَقْتُ عَلَى كُتُبِ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَسَنِ سِتِّينَ دِينَاراً ثُمَّ تَدَبَّرْتُهَا فَوَضَعْتُ إِلَى جَنْبِ كُلِّ مَسْأَلَةٍ حَدِيثًا، يَعْنِي رَدًّا عَلَيْهِ

Asy-Syafii berkata: “Aku menggunakan uang sejumlah 60 dinar untuk membeli buku-buku Muhammad bin al-Hasan. Kemudian aku mempelajarinya dan aku letakkan sebuah hadits pada tiap-tiap masalah (pembahasan). Yaitu sebagai bantahan atasnya.” (Adabusy Syafii)

Muhammad bin al-Hasan adalah murid senior Abu Hanifah. Al-Imam asy-Syafii sempat belajar kepada Muhammad bin al-Hasan dan sangat hormat segan kepadanya. Sehingga beliau tidaklah mengkritik Muhammad bin al-Hasan ketika masih dalam majelis. Akan tetapi asy-Syafii akan mengadakan munaqasyah dan dengan murid-murid Muhammad bin al-Hasan setelah meninggalkan majelis. Al-Imam asy-Syafii mengisahkan: Selengkapnya

Masa Kecil Imam asy-Syafii dan Semangatnya Menuntut Ilmu Agama

Tinggalkan komentar

Imam asy-Syafii tumbuh di Gaza dalam keadaan yatim, setelah ayah beliau meninggal di sana. Sehingga beliau hidup dalam keadaan fakir miskin dan yatim, serta jauh dari kerabat. Namun semua ini tidak berpengaruh buruk kepada beliau setelah Allah memberikan taufik kepada kemudahan untuk menempuh metode yang benar. Selengkapnya

Kebinasaan bagi Ahli Kalam Ahli Manthiq

Tinggalkan komentar

Telah lewat kepada kita artikel tentang hukuman Imam Asy-Syafii terhadap ahli kalam. Dan juga pernyataan beliau dan Imam An-Nawawi yang mengharamkan ilmu kalam. Demikian ini diantara hikmahnya karena ilmu kalam akan membawa seseorang kepada kebinasaan. Agamanya akan hancur dengan ilmu kalam. Dan na’udzu billah dia akan menghadap kepada Allah dalam keadaan ragu dengan agama Islam.

Imam Muslim telah meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu: bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ،  ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
“Celakalah orang-orang yang berdalam-dalam.” (tiga kali)

Larangan berdebat dan jidal Ahli Kalam

Tinggalkan komentar

Sebelum kita menyimak apa yang dikatakan para ulama tentang perdebatan, kita hendaknya meresapi kandungan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الْآيَةَ: مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ
“Tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berjidal (debat untuk membantah).” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat: “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. [Az-Zuhruf: 58]” (HSR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Selengkapnya

Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.