Faedah Sirah ke-3: Agama Islam vs Agama Kafir dan Kesyirikan

Tinggalkan Komentar

Lanjutan ……….
Al-Imam asy-Syafii rahimahullah berkata:
فَكَانُوا قَبْلَ إنْقَاذِهِ إيَّاهُمْ بِمُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم أهْلَ كُفْرٍ فِي تَفَرُّهِِمْ وَاجْتِمَاعِهِمْ، يَجْمَعُهُمْ أعْظَمُ الأمُورِ: الْكُفْرُ باللهِ وابْتِدَاعُ مَا لَمْ يَأذَنْ بِهِ اللهُ تَعَالَى عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوًّ كَبِيرًا، لاَ إلهَ غَيرُهُ وَسُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ رَبُّ كُلِّ شَيءٍ وَ وَخَالِقُهُ
“Sebelum Ia (Allah) menyelamatkan mereka dengan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka dahulu adalah orang-orang kafir dalam perpecahan dan dalam persatuan mereka. Mereka disatukan oleh perkara terparah, yaitu: kekafiran kepada Allah dan mengada-adakan (membuat bid’ah) ajaran/tuntunan/tata cara ibadah  yang tidak diijinkan oleh Allah, Maha Tinggi Allah dan amat tingginya dari apa yang mereka ucapkan. Tidak ada sesembahan (yang benar selain Dia. Dan Maha Suci Dia dan Maha Terpuji, Rabb segala sesuatu dan Penciptanya.” (Ar-Risalah: 22)
Sebenarnya telah kita sampaikan ucapan al-Imam asy-Syafii di atas pada pembahasan terdahulu (Faedah Sirah ke-2, yang berjudul Musyrikin Arab dan Kafir Non Arab sebelum Diutusnya Nabi). Namun karena sangat penting, perlu kita telaah lagi pada judul ini agar menjadikan kita lebih paham tentang agama Islam dan agama kekafiran dan kesyirikan. Terlebih di masa sekarang ini, masa dimana banyak orang yang berbicara tentang agama namun tidak memiliki pengetahuan yang layak untuk berbicara. Atau memiliki kemampuan namun memiliki misi dan visi rusak sehingga tidaklah menambah kecuali keburukan. Perbedaan antara agama Islam dan agama kekafiran dan kesyirikan pun semakin tersamar dan kabur. Wallahul musta’an.

Lagi

Kisah Timbangan Amal Rahib, Tak Membanggakan amal shalih dan meremehkan dosa

Tinggalkan Komentar

Dalam sebuah atsar shahih mauquf yang diriwayatkan al-Imam al-Baihaqi rahimahullah dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengisahkan …

Ada seorang rahib ahli ibadah, mengibadahi Allah di biaranya selama enam puluh (60) tahun. Kemudian datanglah seorang wanita dan singgah di biaranya. Si rahib itu kemudian berzina dengan wanita itu selama enam malam. -Wal ’iyadzu billah- Lagi

Musyrikin Arab dan Kafir Non Arab sebelum Diutusnya Nabi

1 Komentar

Lanjutan ……….

Telah kita ketahui bersama dari pernyataan al-Imam asy-Syafi’i tentang keadaan, perilaku, dan sikap kalangan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) terhadap kitab yang diturunkan kepada mereka. Yaitu satu keadaan yang telah terjadi ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diutus. Dan juga masih berlanjut hingga sekarang. Hal ini menuntut kita untuk bersyukur dan memuji Allah ta’ala yang telah menjamin bahwa al-Qur’an akan selalu terjaga.

Sebelum menginjak kepada golongan manusia kedua yang ada ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diutus, kita bawakan disini sebuah ayat yang dibawakan oleh al-Imam Asy-Syafi’i sebelum menyebutkan golongan kedua ini agar menjadi bahan renungan bagi kita bersama. Semoga menjadi tambahan pencerahan bagi kita semua, amin. Lagi

Faedah Mempelajari Sirah Nabawi

1 Komentar

Satu hal yang telah menjadi penilaian yang dikenal oleh masyarakat banyak: Tak kenal maka tak sayang. Oleh karenanya upaya untuk mengenal lebih dekat tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam harus dilakukan, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah. Tak dipungkiri lagi bahwa keberadaan beliau sebagai rasul terakhir menjadi salah satu barometer Islam dan tidaknya seseorang. Sehingga ketika muncul pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar orang yang mengaku sebagai nabi, maka abu Bakar Ash-Shiddiq bersama para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain memerangi mereka karena mereka telah keluar dari Islam. Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.